Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Memilih Bantal Tidur yang Pas Biar Gak Sering Sakit Leher
ilustrasi perempuan memilih bantal (magnific.com/pvproductions)
  • Artikel menyoroti pentingnya memilih bantal sesuai posisi tidur agar leher tetap sejajar dan tidak mudah pegal saat bangun pagi.

  • Dijelaskan perbedaan bahan bantal seperti memory foam untuk menopang leher lebih stabil dan bulu angsa bagi yang suka sensasi lembut.

  • Ditekankan agar tidak tergoda bantal terlalu tinggi serta memperhatikan bahan sarung yang adem demi kualitas tidur lebih nyaman.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang baru sadar pentingnya bantal setelah bangun tidur dengan leher terasa pegal. Padahal, penyebab sering salah bantal tidur sering datang dari hal kecil yang selama ini dianggap sepele. Mulai dari posisi tidur sampai bahan bantal ternyata bisa memengaruhi kualitas istirahatmu setiap malam.

Kadang kamu sudah tidur cukup lama, tapi badan tetap terasa capek saat bangun pagi. Rasanya seperti tidur semalaman tanpa benar-benar beristirahat dengan nyaman. Yuk simak beberapa tips memilih bantal yang pas supaya tubuhmu bisa lebih rileks dan tidur nyenyak.

1. Sesuaikan ketebalan bantal dengan posisi tidurmu

ilustrasi perempuan tidur (freepik.com/rawpixel.com)

Kalau kamu terbiasa tidur menyamping, biasanya leher membutuhkan penyangga yang lebih tinggi. Posisi ini membuat jarak antara kepala dan kasur jadi lebih besar dibanding posisi tidur lainnya. Karena itu, bantal yang terlalu tipis sering bikin leher terasa tertarik saat bangun tidur.

Berbeda kalau kamu tidur telentang atau tengkurap yang cenderung cocok memakai bantal lebih rendah. Lehermu butuh posisi yang tetap sejajar supaya otot tidak bekerja terlalu keras sepanjang malam. Kadang penyebab sering salah bantal tidur bukan karena kualitasnya buruk, tapi karena tinggi bantalnya gak sesuai kebiasaan tidurmu.

2. Pilih memory foam kalau lehermu sering tegang

ilustrasi memilih bantal (pexels.com/AI25.Studio Studio)

Ada orang yang gampang pegal meski baru tidur beberapa jam saja. Biasanya ini terjadi karena bentuk bantal tidak mampu mengikuti lekuk kepala dan leher dengan baik. Akibatnya, otot leher tetap terasa tegang meski tubuh sedang beristirahat.

Bantal berbahan memory foam cenderung lebih stabil menopang area leher dan kepala. Material ini mengikuti tekanan tubuh sehingga posisi tidur terasa lebih seimbang. Kalau kamu sering bangun dengan pundak kaku, rekomendasi bantal kesehatan leher seperti ini bisa terasa lebih nyaman dipakai setiap hari.

3. Bantal bulu angsa cocok buat kamu yang suka sensasi lembut

ilustrasi perempuan memilih bantal (magnific.com/pvproductions)

Sebagian orang sulit tidur kalau bantal terasa terlalu keras di kepala. Mereka biasanya lebih nyaman dengan bantal empuk yang mudah dibentuk sesuai posisi tidur favorit. Sensasi lembut ini sering bikin tubuh terasa lebih rileks sebelum benar-benar terlelap.

Bantal bulu angsa punya karakter ringan dan nyaman untuk dipeluk saat tidur. Namun, bahan ini biasanya kurang stabil menopang leher dibanding memory foam. Kalau kamu memilih tipe ini, penting memastikan ketebalannya tetap bisa menjaga posisi leher agar tidur nyenyak gak berubah jadi bangun dengan rasa pegal.

4. Jangan tergoda membeli bantal terlalu tinggi

ilustrasi wanita memilih bantal (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Kadang bantal tinggi terasa nyaman saat pertama dicoba karena kepala terasa lebih “naik”. Namun setelah dipakai semalaman, leher justru terasa seperti habis salah posisi berjam-jam. Tanpa sadar, otot leher bekerja lebih keras karena sudut kepala terlalu menekuk.

Tubuh sebenarnya lebih nyaman saat kepala dan tulang belakang berada dalam garis yang sejajar. Itulah kenapa bantal terlalu tinggi sering jadi penyebab sering salah bantal tidur yang jarang disadari. Bantal yang terasa mewah belum tentu jadi pilihan paling nyaman buat tubuhmu.

5. Perhatikan juga bahan sarung dan sirkulasi udaranya

ilustrasi perempuan mengganti sarung bantal (pexels.com/cottonbro studio)

Bukan cuma isi bantal yang penting, permukaan bantal juga memengaruhi kualitas tidurmu. Sarung yang panas dan kasar sering bikin tidur terasa gelisah tanpa alasan yang jelas. Akhirnya kamu jadi sering mengubah posisi kepala sepanjang malam.

Bahan yang adem membantu tubuh lebih cepat merasa nyaman saat berbaring. Saat tubuh merasa rileks, otot leher biasanya ikut lebih mudah beristirahat. Hal kecil seperti ini sering disepelekan, padahal cukup berpengaruh untuk membantu tidur nyenyak setiap malam.

Memilih bantal ternyata bukan sekadar soal empuk atau mahal saja. Tubuhmu punya kebutuhan yang berbeda tergantung posisi tidur dan kenyamanan leher saat beristirahat. Ketika bantal terasa pas, tidur pun terasa lebih tenang tanpa harus bangun dengan rasa pegal yang mengganggu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team