Lemari yang melengkung sering jadi masalah yang baru terasa setelah beberapa bulan pemakaian. Awalnya pintu masih rapat, bentuk terlihat normal, lalu perlahan mulai miring dan susah ditutup. Banyak orang mengira ini wajar karena usia furnitur, padahal penyebabnya sering datang dari awal. Pemilihan material dan konstruksi yang kurang tepat jadi biang utama. Dua faktor penting yang sering diabaikan adalah panel density dan frame balance. Kalau kamu paham dua hal ini sejak awal, risiko lemari melengkung bisa ditekan jauh.
Panel density berkaitan dengan kepadatan material papan yang dipakai. Sementara frame balance berhubungan dengan keseimbangan rangka penopang lemari. Kalau salah satu saja gak ideal, lemari akan mudah berubah bentuk. Apalagi di iklim lembap seperti Indonesia, tekanan pada material jadi lebih besar. Karena itu, kamu perlu lebih teliti saat memilih dan merawat lemari. Bukan cuma soal desain, tapi juga struktur di baliknya. Berikut enam cara yang bisa kamu lakukan agar lemari tetap lurus dan awet.
