Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Margot Robbie dalam film Barbie.
Margot Robbie dalam film Barbie (dok. Warner Bros/Barbie)

Intinya sih...

  • The Hobbit tentang perjalanan Bilbo Baggins dalam petualangan berbahaya.

  • To Kill a Mockingbird berupa kisah rasisme dan keberanian moral dari sudut pandang anak-anak.

  • The Sun Also Rises seputar kegelisahan generasi pasca-Perang Dunia I.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Margot Robbie bukan hanya dikenal lewat peran-perannya yang berani, tapi juga punya selera bacaan yang menarik untuk diintip. Dari fantasi klasik sampai novel realistis, pilihan bukunya mencerminkan ketertarikannya pada cerita dengan emosi kuat. Tak heran, banyak dari novel favoritnya punya pengaruh besar dalam membentuk cara pandangnya.

Daftar novel favorit Margot Robbie ini juga terasa beragam sehingga cocok untuk pembaca dengan selera yang berbeda-beda. Ada novel klasik dengan isu sosial yang tajam hingga cerita modern tentang persahabatan dan krisis identitas. Kalau kamu sedang mencari bacaan yang seru sekaligus bermakna, enam novel ini layak masuk daftar bacaanmu.

1. The Hobbit – J.R.R. Tolkien

buku The Hobbit (britannica.com)

The Hobbit mengikuti perjalanan Bilbo Baggins, sosok yang awalnya hanya ingin hidup tenang tanpa ambisi besar. Namun segalanya berubah ketika Gandalf dan sekelompok kurcaci menyeretnya ke dalam petualangan berbahaya untuk merebut harta yang dijaga naga Smaug. Dari titik ini, Bilbo perlahan berubah dari hobbit penakut menjadi sosok yang lebih berani.

Bagi Margot Robbie, novel ini punya makna personal karena menjadi buku pertama yang membuatnya jatuh cinta pada dunia membaca. Ia mengenang bagaimana gurunya membacakan cerita ini saat ia masih kecil, dan sejak halaman pertama, ia langsung terpikat.

2. To Kill a Mockingbird – Harper Lee

buku To Kill a Mockingbird (harpercollins.com)

Novel klasik ini mengajak pembaca melihat isu rasisme dan ketidakadilan melalui sudut pandang anak-anak, Scout dan Jem Finch. Dengan latar Amerika Selatan era 1930-an, kisah ini berpusat pada Atticus Finch, seorang pengacara yang membela pria kulit hitam yang dituduh melakukan kejahatan serius. Ceritanya sederhana, tapi pesan moralnya terasa menyentuh.

Margot Robbie mengaku ini adalah salah satu buku wajib di sekolah yang benar-benar ia sukai. Bahkan, kecintaannya pada novel ini sampai membuatnya menamai anjingnya Boo Radley, diambil dari salah satu karakter ikonik dalam cerita. To Kill a Mockingbird menunjukkan bahwa empati dan keberanian moral bisa datang dari tindakan yang tampak kecil.

3. The Sun Also Rises – Ernest Hemingway

buku The Sun Also Rises (goodreads.com)

Lewat gaya bahasa yang lugas, Hemingway menggambarkan kegelisahan generasi pasca-Perang Dunia I. Cerita ini mengikuti Jake Barnes dan Lady Brett Ashley, dua karakter yang terjebak dalam hubungan rumit sambil menjelajahi kehidupan malam Paris dan tradisi adu banteng di Spanyol. Di balik pesta dan perjalanan, tersimpan rasa hampa dan kehilangan arah hidup.

Margot Robbie merasakan koneksi yang kuat dengan novel ini, terutama setelah ia mengalami langsung Running of the Bulls di Spanyol. Baginya, buku ini seperti pintu menuju dunia lain yang penuh emosi dan atmosfer khas. The Sun Also Rises cocok untuk pembaca yang menyukai cerita tentang cinta dan pencarian makna hidup.

4. The Magicians – Lev Grossman

buku The Magicians (penguinrandomhouse.com)

The Magicians menghadirkan kisah Quentin Coldwater, remaja cerdas yang hidupnya berubah drastis setelah menemukan dunia sihir yang ternyata jauh lebih gelap dari bayangannya. Novel ini sering disebut sebagai versi dewasa dari Harry Potter, karena tidak hanya menyajikan keajaiban, tapi juga kecemasan, depresi, dan krisis identitas.

Daya tarik novel ini terletak pada pendekatannya yang realistis terhadap fantasi. Dunia magis tidak digambarkan sebagai pelarian sempurna, melainkan ruang yang tetap penuh masalah manusiawi. Bagi Margot Robbie, cerita seperti ini terasa relevan karena menggabungkan imajinasi dengan konflik emosional.

5. Dune – Frank Herbert

buku Dune (penguinrandomhouse.com)

Dune adalah kisah epik tentang Paul Atreides, pewaris keluarga bangsawan yang harus menghadapi intrik politik dan pengkhianatan di planet Arrakis. Planet ini menyimpan spice melange, zat paling berharga di alam semesta yang bisa memperpanjang hidup dan meningkatkan kesadaran. Perjalanan Paul dari anak muda biasa menjadi figur legendaris Muad’Dib terasa kompleks.

Novel ini tidak hanya bicara soal fiksi ilmiah, tapi juga kekuasaan, agama, dan takdir manusia. Dunia yang diciptakan Herbert terasa detail dan menuntut perhatian penuh dari pembacanya. Tak heran jika Dune menjadi salah satu novel favorit Margot Robbie yang menyukai cerita berskala besar dengan ide-ide ambisius.

6. Animals – Emma Jane Unsworth

buku Animals (waterstones.com)

Berbeda dari novel lain dalam daftar ini, Animals terasa lebih dekat dengan kehidupan modern. Ceritanya berfokus pada Laura dan Tyler, dua sahabat perempuan yang selama bertahun-tahun hidup dalam kekacauan dan hubungan yang berantakan. Ketika Laura mulai mempertimbangkan kehidupan yang lebih tenang menjelang pernikahannya, persahabatan mereka pun diuji.

Margot Robbie merekomendasikan novel ini terutama untuk perempuan muda yang pernah hidup di kota besar seperti London. Ia menyebut buku ini bisa membuat pembacanya merasa terlihat dan dipahami. Animals jujur, tajam, dan emosional, menggambarkan fase hidup ketika kebebasan dan kedewasaan saling berbenturan.

Pilihan novel favorit Margot Robbie menunjukkan bahwa ia tertarik pada cerita dengan karakter kuat dan konflik emosional. Dari enam novel ini, mana yang paling membuatmu penasaran untuk segera dibaca?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team