Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Bikin Rumah Wangi ala Hotel, Sederhana Gak Mahal
ilustrasi reed diffuser (pexels.com/Anna Nekrashevich)

Ketika kamu masuk ke kamar hotel, pasti sering merasa sensasi yang berbeda: bersih, rapi, dan yang paling terasa wangi khasnya. Aroma ini bukan sekadar tambahan, tapi bagian dari pengalaman yang sengaja diciptakan agar tamu merasa nyaman dan rileks. Tidak heran, banyak orang ingin menghadirkan suasana serupa di rumah sendiri.

Kabar baiknya, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk menciptakan aroma semacam di rumah. Dengan beberapa trik sederhana, rumah bisa terasa lebih segar, hangat, dan berkelas.

1. Reed diffuser: wangi stabil tanpa ribet

ilustrasi reed diffuser (pexels.com/Alesia Kozik)

Reed diffuser menjadi salah satu pilihan favorit karena praktis dan tidak memerlukan listrik atau api. Batang rotan menyerap cairan aroma dan menyebarkannya perlahan ke udara, menciptakan wangi yang konsisten sepanjang hari.

Menurut studi dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, sistem diffusion melepaskan wewangian secara terus menerus dengan konsentrasi rendah. Hal ini berkontribusi terhadap kestabilan lingkungan aroma dalam ruangan.

2. Essential oil: efek relaksasi yang terbukti

ilustrasi essential oil diffusers (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Essential oil juga sering digunakan di hotel atau spa karena tidak hanya memberi aroma, tetapi juga efek psikologis. Aroma seperti lavender, eucalyptus, atau citrus bisa memengaruhi suasana hati.

“Aromaterapi telah terbukti dapat memperbaiki suasana hati, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan relaksasi,” menurut National Institutes of Health dikutip dari laman resmi NIH.

Dengan modal essential oil, kamu bisa merasa nyaman di rumah. Gak harus pergi ke hotel untuk merasakan rensasi relaksasi.

3. Linen spray: rahasia kamar hotel yang sering diremehkan

ilustrasi kamar Airbnb (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Salah satu alasan kamar hotel terasa wangi adalah karena linen mereka-sprei, bantal, dan handuk, selalu diberi aroma segar. Linen spray membantu menjaga aroma tetap melekat di kain.

Menurut Journal of Sensory Studies, aroma yang terkait dengan kain dapat secara signifikan memengaruhi persepsi kebersihan dan kenyamanan. Jadi meskipun kamar tidak benar-benar baru dibersihkan, aroma pada kain bisa memberi kesan bersih dan rapi.

4. Ventilasi udara: dasar dari semua aroma

ilustrasi kamar tamu bertema rustic (pexels.com/RDNE Stock project)

Banyak orang fokus pada pewangi, tapi lupa bahwa udara segar adalah fondasi utama rumah yang harum dengan memberi kesegaran. Tanpa ventilasi yang baik, aroma apa pun akan bersirkulasi dengan baik.

Tak hanya itu, sirkulasi udara juga bisa membantu mengurangi bau tidak sedap dan menjaga kualitas udara. Jadi, membuka jendela setiap hari adalah langkah sederhana tapi sangat penting.

5. Konsistensi kebersihan: kunci utama aroma tahan lama

ilustrasi kamar tamu bertema japandi (pexels.com/Pixabay)

Aroma yang enak tidak akan bertahan lama jika sumber bau tidak diatasi. Debu, sampah, dan kain kotor adalah penyebab utama bau tidak sedap di rumah.

Membersihkan rumah secara rutin-terutama area tersembunyi seperti karpet, sofa, dan tempat sampah adalah langkah paling dasar tapi sering diabaikan. Jika kebersihan terjaga, rumah pun terasa nyaman.

Menciptakan rumah yang wangi ala hotel sebenarnya bukan soal produk mahal, tetapi soal strategi dan konsistensi. Dari reed diffuser hingga ventilasi udara, semua elemen saling melengkapi untuk menciptakan suasana yang nyaman dan segar.

Editorial Team