Bagi pemilik rumah, urusan mengecat pagar atau kusen seringkali dianggap sepele: “Tuku ae cat sing murah, warna-e lak podo toh."
Namun, bagi para pemborong, mandor dan tukang kawakan, pilihan cat murah justru sering jadi ‘penyakit’ di lapangan.
Fenomena ‘cat nipis’ alias cat dengan daya tutup rendah kini tengah jadi perbincangan hangat di grup-grup komunitas tukang bangunan di media sosial.
Banyak tukang mengeluh, cat yang harganya murah ternyata butuh pelapisan berkali-kali agar permukaan nutup dan pelanggan mau terima hasil catnya. Sama aja boncos!
