Ilustrasi tanaman giok (pexels.com/Skylar Kang)
Tumbuhan menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen melalui fotosintesis, tetapi mereka juga berperan dalam menghilangkan senyawa organik volatil (VOC) berbahaya dari udara. VOC yang berasal dari produk rumah tangga, seperti cat, perekat, dan bahan sintetis, dapat menyebabkan sakit kepala, masalah pernapasan, dan masalah kesehatan jangka panjang. Tumbuhan tertentu menyerap bahan kimia ini melalui daun dan akarnya, kemudian memecahnya menjadi produk sampingan yang tidak berbahaya.
Dilansir laman Wilderness Society, dalam sebuah studi terobosan NASA dari tahun 1989 yang berjudul Interior Landscape Plants for Indoor Air Pollution Abatement, para peneliti menemukan bahwa tanaman hias biasa dapat menghilangkan polutan, seperti benzena, formaldehida, dan trikloroetilen dari udara dalam ruangan. Tanaman seperti peace lily (Spathiphyllum), snake plant (Sansevieria), dan pothos (Epipremnum aureum) menunjukkan kemampuan pemurnian udara yang kuat.
Lingkungan dalam ruangan sering kali mengalami udara kering, terutama selama bulan-bulan musim dingin ketika sistem pemanas mengurangi kelembapan. Banyak tanaman hias melepaskan kelembapan melalui proses yang disebut transpirasi, yang membantu menjaga tingkat kelembapan optimal. Hal ini dapat mencegah masalah, seperti kulit kering, iritasi pernapasan, dan penumpukan listrik statis di dalam ruangan.
"Kamu membutuhkan banyak sekali tanaman di ruang yang sangat terang untuk memberikan dampak yang terukur pada penghilangan VOC dan banyak gas lainnya. Kamu membutuhkan jumlah tanaman yang sangat banyak untuk benar-benar mendapatkan efek yang terukur pada skala ruangan," kata Tijana Blanusa, ilmuwan hortikultura utama untuk Royal Horticultural Society, serta peneliti di Universitas Reading, dilansir BBC.