Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi menanam tanaman hias
Ilustrasi menanam tanaman hias (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Tumbuhan indoor menyaring polutan udara dengan menyerap VOC berbahaya dan menghasilkan oksigen, membantu menjaga kualitas udara.

  • Tanaman indoor terbaik untuk meningkatkan kelembapan dan menghilangkan racun antara lain palem areca, lidah mertua, spider plant, peace lily, dan pakis boston.

  • Tanaman bukan pengganti ventilasi yang tepat atau pembersih udara, namun dapat menciptakan udara yang lebih sejuk dan sehat di dalam ruangan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tanaman indoor dapat membuat udara di dalam ruangan terasa lebih sejuk karena kemampuannya dalam menyerap panas dan menjaga kelembapan udara. Melalui proses transpirasi, tanaman melepaskan uap air ke udara sehingga membantu menurunkan suhu dan menciptakan suasana yang lebih segar.

Selain itu, daun tanaman juga berperan sebagai penyaring alami yang menyerap polutan dan menghasilkan oksigen, sehingga kualitas udara menjadi lebih baik. Kehadiran tanaman indoor tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan menyejukkan bagi penghuninya. Yuk, simak selengkapnya!

1. Bagaimana tumbuhan menyaring polutan udara?

Ilustrasi tanaman giok (pexels.com/Skylar Kang)

Tumbuhan menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen melalui fotosintesis, tetapi mereka juga berperan dalam menghilangkan senyawa organik volatil (VOC) berbahaya dari udara. VOC yang berasal dari produk rumah tangga, seperti cat, perekat, dan bahan sintetis, dapat menyebabkan sakit kepala, masalah pernapasan, dan masalah kesehatan jangka panjang. Tumbuhan tertentu menyerap bahan kimia ini melalui daun dan akarnya, kemudian memecahnya menjadi produk sampingan yang tidak berbahaya.

Dilansir laman Wilderness Society, dalam sebuah studi terobosan NASA dari tahun 1989 yang berjudul Interior Landscape Plants for Indoor Air Pollution Abatement, para peneliti menemukan bahwa tanaman hias biasa dapat menghilangkan polutan, seperti benzena, formaldehida, dan trikloroetilen dari udara dalam ruangan. Tanaman seperti peace lily (Spathiphyllum), snake plant (Sansevieria), dan pothos (Epipremnum aureum) menunjukkan kemampuan pemurnian udara yang kuat.

Lingkungan dalam ruangan sering kali mengalami udara kering, terutama selama bulan-bulan musim dingin ketika sistem pemanas mengurangi kelembapan. Banyak tanaman hias melepaskan kelembapan melalui proses yang disebut transpirasi, yang membantu menjaga tingkat kelembapan optimal. Hal ini dapat mencegah masalah, seperti kulit kering, iritasi pernapasan, dan penumpukan listrik statis di dalam ruangan.

"Kamu membutuhkan banyak sekali tanaman di ruang yang sangat terang untuk memberikan dampak yang terukur pada penghilangan VOC dan banyak gas lainnya. Kamu membutuhkan jumlah tanaman yang sangat banyak untuk benar-benar mendapatkan efek yang terukur pada skala ruangan," kata Tijana Blanusa, ilmuwan hortikultura utama untuk Royal Horticultural Society, serta peneliti di Universitas Reading, dilansir BBC.

2. Tanaman indoor terbaik

ilustrasi tanaman (pexels.com/Ylanite Koppens)

Meskipun semua tanaman berkontribusi pada produksi oksigen, beberapa spesies sangat efektif dalam menghilangkan racun dan menjaga tingkat kelembapan. Berikut beberapa pilihan terbaiknya:

  1. Palem Areca (Dypsis lutescens): Sangat baik untuk meningkatkan kelembapan dan menghilangkan racun.

  2. Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata): Melepaskan oksigen di malam hari dan menyaring formaldehida.

  3. Spider Plant (Chlorophytum comosum): Menghilangkan karbon monoksida dan nitrogen oksida.

  4. Peace Lily (Spathiphyllum spp.): Menyerap benzena, formaldehida, dan racun lainnya.

  5. Pakis Boston (Nephrolepis exaltata): Pilihan utama untuk meningkatkan kelembapan.

3. Hal-hal yang harus dipertimbangkan

Ilustrasi menghirup udara segar (pexels.com/Oleksandr Canary Islands)

Meskipun tanaman dapat berkontribusi pada kualitas udara dalam ruangan yang lebih baik, namun tanaman bukanlah pengganti ventilasi yang tepat atau pembersih udara. Untuk memaksimalkan manfaatnya, penting untuk memiliki beberapa tanaman di dalam ruangan, membersihkan daun secara teratur untuk mencegah penumpukan debu, dan menggunakan tanah organik untuk mendukung aktivitas mikroba yang sehat.

Kavita Kumari, seorang wakil direktur kantor Cundall di London, memberi saran tentang kelebihan dan keterbatasan tanaman. Ia merekomendasikan tanaman yang relatif mudah perawatannya sekaligus mampu mengurangi beberapa VOC dan menghasilkan oksigen, meskipun dia mengakui bahwa efek ini tergolong kecil.

Salah satu tanaman tersebut adalah tanaman lidah mertua. Kumari mengatakan, bahwa sementara sebagian besar tumbuhan menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen pada siang hari, tumbuhan ini mampu melakukan hal yang sama pada malam hari juga.

Tanaman indoor merupakan solusi alami yang sederhana, namun efektif untuk menciptakan udara yang lebih sejuk dan sehat di dalam ruangan. Selain manfaat estetika, tanaman ini membantu menjaga keseimbangan suhu, meningkatkan kualitas udara, dan memberikan rasa nyaman bagi penghuni. Oleh karena itu, menambahkan tanaman indoor di dalam rumah atau ruang kerja dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi kenyamanan dan kesehatan lingkungan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team