Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi preserving flowers
ilustrasi preserving flowers (freepik.com/freepik)

Intinya sih...

  • Pilih jenis bunga yang cocok untuk dikeringkan, seperti mawar kecil, baby’s breath, daisy, dan lavender.

  • Tentukan teknik pengeringan yang paling praktis, seperti teknik gantung terbalik atau pengeringan dengan silica gel.

  • Jaga bentuk dan warna selama proses pengeringan, perhatikan posisi bunga agar tidak berubah bentuk dan warnanya tetap cerah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Preserving flowers memberi cara baru menikmati bunga lebih lama tanpa kehilangan kesan alaminya. Bunga yang biasanya layu dalam hitungan hari bisa berubah jadi dekorasi bernilai estetis. Hobi ini juga cocok untuk mengisi waktu luang dengan aktivitas yang tenang dan rapi.

Prosesnya terlihat sederhana, tapi tetap butuh urutan yang jelas agar hasilnya cantik saat dibingkai. Pemilihan bunga, teknik pengeringan, hingga cara menyusun di dalam bingkai saling berkaitan. Berikut beberapa langkah yang bisa diikuti untuk membuat preserving flowers.

1. Pilih jenis bunga yang cocok untuk dikeringkan

ilustrasi bunga kering (unsplash.com/Hyoshin Choi)

Langkah awal dimulai dari menentukan bunga yang bentuk dan warnanya tahan proses pengeringan. Mawar kecil, baby’s breath, daisy, dan lavender termasuk pilihan yang pas. Kelopak bunga jenis ini tidak mudah rontok saat dikeringkan.

Bunga sebaiknya dipetik saat kondisi segar dan belum mekar penuh. Kandungan air yang masih seimbang membantu bentuk bunga tetap utuh. Tahap ini memengaruhi hasil akhir sebelum bunga masuk ke bingkai.

2. Tentukan teknik pengeringan yang paling praktis

ilustrasi mengeringkan bunga (unsplash.com/Tim Mossholder)

Teknik gantung terbalik jadi metode yang bisa dipakai untuk pemula. Bunga diikat kecil lalu digantung di ruangan kering dan tidak terkena sinar matahari langsung. Sirkulasi udara membantu proses pengeringan berjalan merata.

Alternatif lain adalah pengeringan dengan silica gel untuk hasil lebih rapi. Bunga ditimbun perlahan di dalam wadah tertutup bersama silica gel. Cara ini menjaga warna tetap cerah dan kelopak tidak mudah mengerut.

3. Jaga bentuk dan warna selama proses pengeringan

ilustrasi mengeringkan bunga (unsplash.com/Svitlanka Dlinnaya)

Selama proses berlangsung, bunga perlu dicek secara berkala. Posisi yang miring atau tertekan bisa mengubah bentuk kelopak. Pemeriksaan ringan membantu menjaga komposisi tetap seimbang.

Warna bunga juga dipengaruhi kondisi ruangan. Tempat yang terlalu lembap memperlambat pengeringan dan membuat warna kusam. Ruang kering dengan cahaya lembut membantu hasil akhir terlihat lebih bersih.

4. Susun dan bingkai bunga kering dengan rapi

ilustrasi preserving flowers (freepik.com/freepik)

Setelah bunga kering sempurna, tahap penyusunan jadi fokus utama. Susun bunga di atas alas bingkai sebelum ditempel permanen. Penataan ini membantu menentukan jarak dan komposisi yang enak dipandang.

Gunakan lem khusus atau double tape tipis agar bunga tidak rusak. Tekan perlahan bagian batang, bukan kelopak. Bingkai kaca membantu melindungi bunga dari debu dan perubahan udara.

Membuat preserving flowers mengajarkan ketelitian sekaligus kesabaran dalam proses kreatif. Setiap tahap saling terhubung dan berpengaruh pada hasil akhir. Dengan langkah yang tepat, bunga kering pun bisa berubah jadi hiasan bingkai yang personal dan tahan lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team