Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Masalah Umum Pakai Sumur Bor, Lokasi Menentukan Kualitas Air
ilustrasi membuka keran (pexels.com/Kindel Media)
  • Kualitas air sumur bor sangat bergantung pada lokasi tanah; di beberapa daerah airnya bisa keruh, berbau karat, dan kurang layak untuk konsumsi atau mencuci.
  • Penggunaan sumur bor sering menghadapi kendala teknis seperti pompa rusak, aliran melemah saat kemarau, serta ketergantungan penuh pada listrik untuk mengalirkan air.
  • Meskipun tidak ada tagihan air bulanan, biaya listrik dan perawatan pompa membuat penggunaan sumur bor tetap memerlukan pengeluaran rutin yang perlu diperhitungkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Orang yang sudah cukup lama menggunakan sumur bor sebagai sumber air tentu sudah tahu biaya pembuatan dan masalah-masalah yang biasa timbul. Namun, buatmu yang baru punya rumah dan masih bingung mau memakai sumur bor atau berlangganan air dari perusahaan penyedia air bersih, jangan khawatir. Simak dulu artikel ini.

Sumur zaman sekarang memang jarang digali secara manual seperti dulu. Selain pengeboran lebih praktis, juga dapat mencapai kedalaman yang maksimal untuk mengeluarkan air. Sekarang air tanah tidak semelimpah puluhan tahun lalu.

Kalau sumur digali seperti zaman dulu, titik airnya bahkan belum ditemukan. Tanah kudu digali lebih dalam. Sebelum dirimu memanggil tukang, pahami dulu masalah umum pakai sumur bor beserta konsekuensinya.

1. Kualitas air bisa tidak sebaik dari perusahaan penyedia air bersih

ilustrasi mencuci buah (pexels.com/Miriam Alonso)

Terutama di daerah yang air tanahnya memang kurang baik. Tanah dibor sampai kedalaman berapa pun, airnya sering kali tetap berbeda kualitas dengan air dari perusahaan penyedia air bersih. Apalagi jika pengeboran dilakukan di area bekas sawah atau daerah bertanah lempung.

Air yang dihasilkan umumnya keruh, berbau karat karena tingginya kandungan zat besi, bahkan kadang agak berminyak. Beda dengan air dari perusahaan penyedia air bersih yang sama sekali tidak berwarna dan berbau sehingga bisa digunakan untuk memasak. Sementara dengan kualitas air sumur yang rendah, dirimu mesti pakai air kemasan untuk minum serta memasak.

Bahkan air sumur yang keruh dapat mengubah warna pakaian. Pakaian yang dicuci dengan air tersebut akan berwarna kuning kecokelatan seperti tanah di banyak bagian. Demikian pula bak, ember, atau gayung gampang sekali kotor.

2. Mesin pompa kadang bermasalah

ilustrasi mencuci garpu (pexels.com/Anna Shvets)

Persoalan dalam pemakaian sumur bor tidak hanya terkait kualitas airnya. Pompa airnya pun dapat mengalami kendala. Kualitas air makin buruk; pompa air juga makin berisiko rusak sewaktu-waktu.

Boleh jadi terdapat sumbatan pada komponen-komponennya karena kotoran dari air. Belum lagi jika kamu lupa tidak mematikan pompa air secara berkala. Misalnya, pompa menyala sepanjang malam bahkan selama beberapa hari.

Pompa bisa jebol saking panasnya. Pompa rusak berarti air tidak mengalir. Kamu repot memenuhi kebutuhan air. Biaya perbaikan, apalagi ganti pompa, tidak murah. Pompa yang bagus bisa dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

3. Air berkurang saat musim kemarau

ilustrasi mencuci gelas (pexels.com/cottonbro studio)

Tantangan berikutnya ialah ketika musim kemarau. Di awal musim kemarau barangkali belum terasa. Namun, saat puncak kemarau atau kemarau panjang, aliran air dari sumur bor boleh jadi kian kecil.

Pun kualitasnya bertambah buruk dibandingkan dengan semula. Ini tidak lepas dari menurunnya persediaan air tanah ketika musim kemarau. Sumur bor tak cocok untuk daerah yang mudah mengalami kekeringan.

Bila kamu tinggal di sana, mending berlangganan air dari perusahaan penyedia air. Aliran serta kualitas air lebih stabil di musim apa pun. Kalaupun terkadang aliran air mati pada jam-jam tertentu, umumnya dapat diprediksi dan diantisipasi dengan pemakaian tandon, misalnya.

4. Jika sumur bor digunakan untuk beberapa rumah, alirannya makin kecil

ilustrasi membuka keran (pexels.com/Diva Plavalaguna)

Terutama di kompleks perumahan. Saat air dari perusahaan penyedia air bersih belum masuk, biasanya kebutuhan air warga dipenuhi dari sumur bor. Pihak pengembang membuatkan sumur bor yang dalam agar dapat mencukupi kebutuhan air warga.

Akan tetapi, sekalipun pengeboran sudah mencapai puluhan meter di bawah permukaan tanah, kalau penggunanya banyak, bakal tetap terasa. Jangankan sekian puluh rumah mengandalkan aliran air dari sumur bor. Keran dari dua rumah menyala saja telah membuat aliran air terpecah.

Aliran air menjadi gak deras. Kamu masih bisa mengakalinya dengan terus menampung air. Jangan menunggu tempat penampungan kosong baru diisi. Terlalu lama sampai tandon penuh. Selalu buka keran air ketika kamu di rumah dan baru dimatikan saat bak, ember, serta tandon sudah terisi penuh. Air siap digunakan sewaktu-waktu.

5. Listrik padam, pompa air seketika ikut mati

ilustrasi keran terbuka (pexels.com/actually_jet)

Jangan sampai kamu kaget dan bingung saat listrik padam dan sontak air ikut berhenti mengalir. Bukan sumur bor kehabisan air, melainkan pompanya membutuhkan aliran listrik untuk dapat berfungsi. Maka penting jika dirimu ingin memakai sumur bor buat punya tandon air yang besar.

Lebih baik lagi kamu memasang alat agar air dapat mengalir secara otomatis saat air di tandon tinggal sedikit. Kemudian mesin otomatis berhenti memompa ketika air di tandon sudah penuh. Alat ini memberi keuntungan ganda.

Pertama, dirimu gak perlu lagi menyalakan serta mematikan pompa air secara manual. Kedua, tandon air selalu terjaga dalam kondisi tidak pernah kosong sama sekali. Listrik padam sewaktu-waktu, stok airmu sudah cukup.

6. Tagihan listrik bertambah

ilustrasi membayar tagihan (pexels.com/iMin Technology)

Keuntungan menggunakan sumur bor ialah kamu gak perlu membayar tagihan air. Namun, jangan lantas merasa aman. Tagihan air bergeser menjadi tambahan pada tagihan listrik. Sebab pompa sumur bor menggunakan aliran listrik.

Tambahan biaya listrik merupakan salah satu masalah umum pakai sumur bor pribadi. Beda dengan saat kamu menggunakan sumut bor barengan dengan warga perumahan lainnya. Jika warga perumahan masih sedikit, biaya listrik untuk sumur bor dan penerangan jalan biasanya masih ditanggung pengembang.

Kalaupun suatu saat warga tambah banyak dan kalian perlu iuran, umumnya tak terlalu besar per rumah. Bila kamu khawatir tagihan listrik pribadi membengkak karena penggunaan sumur bor, survei saja dulu ke orang-orang yang telah menggunakannya. Kira-kira berapa ekstra biaya listrik yang dikeluarkan buat sumur bor?

Ketersediaan air merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Apabila sumur bor mampu mencukupi kebutuhanmu akan air bersih, gunakan saja. Namun, jika kualitas air terlalu buruk, padahal biaya pembuatan sumur bor, perawatan pompa, dan listrik besar, dirimu dapat beralih ke perusahaan penyedia air bersih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team