Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Alasan Perlu Mencoba Tabulampot, Nikmati Panen Bonus anti Stres
ilustrasi apel (pexels.com/Mark Stebnicki)
  • Tabulampot memungkinkan menanam buah tanpa lahan luas, cukup menggunakan pot atau wadah bekas yang bisa ditata rapi di area rumah.
  • Tanaman dalam pot tetap produktif jika dirawat dengan nutrisi, penyiraman, dan pemupukan rutin, sekaligus membuat rumah lebih asri dan udara segar.
  • Selain mudah dipindahkan dan hemat biaya belanja, merawat tabulampot juga membantu mengurangi stres serta memberi kepuasan menikmati hasil panen sendiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tabulampot atau tanaman buah dalam pot mungkin sudah cukup sering didengar olehmu. Ini merupakan cara membesarkan tanaman buah tanpa menanamnya langsung di tanah pekarangan. Bibit buah ditanam dalam pot-pot tidak hanya ketika masih berukuran kecil.

Namun, hingga tanaman besar serta siap panen. Apakah kamu tertarik untuk mencobanya, tapi masih ragu untuk memulai? Buang keraguan itu. Menanam bibit buah dalam pot tidak sesulit bayanganmu.

Gak usah jauh-jauh memikirkan bakal berhasil atau gagal. Bahkan meski dirimu belum pernah menanam apa pun. Nikmati saja prosesnya sejak awal. Pilih bibit tanaman buah yang menarik minatmu. Untuk menambah motivasimu, baca dulu tujuh alasan penguat agar kamu segera mencoba tabulampot.

1. Tabulampot tidak butuh lahan terbuka yang luas

ilustrasi stroberi dalam pot (pexels.com/Paweł Kmiecik)

Sekarang punya rumah dengan halaman terbuka yang luas memang sulit. Harga tanah dan bangunan kian mahal. Boro-boro rumah dengan pekarangan lumayan luas seperti milik orangtua atau kakek dan nenek. Rumah kecil tanpa halaman terbuka sama sekali belum tentu terbeli.

Namun, kamu masih bisa menanam aneka bibit tanaman buah di dalam pot atau ember dan galon yang tak terpakai. Lalu setiapnya ditata rapi di tepi carport. Dapat pula menjadi pengganti pagar yang ditata di depan.

2. Banyak tanaman buah tetap produktif meski ditanam dalam pot

ilustrasi anggur (pexels.com/Yulia Ilina)

Mungkin kamu bertanya-tanya apakah tanaman yang dibesarkan dalam pot dapat berbuah seperti tanaman yang ditanam di pekarangan? Tentu saja selama kebutuhannya akan nutrisi terpenuhi. Oleh sebab itu, dirimu perlu menyediakan pot dengan diameter yang tak terlalu kecil.

Kemudian, media tanam atau tanah yang subur dan gembur. Tanaman perlu disiram sesuai kebutuhan. Juga rutin dipupuk untuk menjaga unsur hara dalam tanah. Pupuknya disesuaikan dengan jenis tanaman seperti sayuran, buah, atau bunga. Jangan lupa, gunakan pestisida guna mencegah serangan hama.

3. Bikin rumah asri dan udara lebih segar

ilustrasi tabulampot (pexels.com/Tuấn Kiệt Jr.)

Rumah yang asri bukan karena ukuran atau kemewahannya. Asri atau tidaknya sebuah hunian lebih ditentukan oleh penataannya. Bukan pula sekadar benda apa ditaruh di mana, melainkan perlu sentuhan alami dengan adanya tanaman hidup.

Tabulampot menjadi solusi cerdas biar rumahmu terlihat lebih cantik. Warna hijau segar daun-daun ditambah nantinya warna kulit buah menjelang panen akan indah dipandang. Udara di sekitar yang semula terasa menyesakkan karena gersang juga menjadi lebih segar.

4. Pertumbuhan lebih mudah dikendalikan

ilustrasi jambu (pexels.com/Linh San)

Menanam dalam pot juga punya keuntungan dibandingkan dengan menanam langsung di tanah. Keterbatasan tempat membuat tanaman otomatis gak bisa tumbuh sebesar tanaman yang ditanam di pekarangan. Tanaman juga tidak membesar dengan terlalu cepat.

Kamu lebih mudah memangkasnya secara berkala. Ukuran bahkan bentuk tanaman menjadi betul-betul sesuai harapan. Seperti maksimal dua meter, tergantung keinginanmu. Pertumbuhan yang terkendali mencegah timbulnya masalah di kemudian hari. Seperti pohon tumbang yang mengancam keselamatan banyak orang.

5. Mengurangi stres karena rutinitas dan doomscrolling

ilustrasi tomat (pexels.com/Ralph)

Apakah kamu kerap merasa stres karena beragam rutinitas? Seperti bekerja, mengurus keluarga, dan hal-hal lain. Memang kegiatan sehari-hari itu tetap harus dilakukan. Akan tetapi, kalau bisa, dirimu jangan stres melulu. Salah satu cara supaya pikiran lebih rileks ialah dengan bercocok tanam. Ini mendorongmu untuk fokus pada satu kegiatan tanpa kompetisi dengan siapa pun.

Dirimu merawat tabulampot sembari menikmati pemandangan yang indah, udara segar, dan ketenangan. Begitu pun efek buruk dari scrolling terus-menerus dapat dikurangi dengan aktivitas berkebun. Kamu betah berjam-jam merawat tanaman tanpa kepikiran untuk buka medsos dan melihat konten random.

6. Gampang dipindahkan kapan pun diperlukan

ilustrasi mangga (pexels.com/Rajesh S Balouria)

Buatmu yang masih sangat mungkin melakukan renovasi rumah gak perlu khawatir. Tabulampot sangat fleksibel dan dapat dipindahkan ke mana pun selama proses renovasi dilakukan. Lain dengan tanaman yang kadung besar di satu titik di pekarangan.

Ketika renovasi juga menyentuh area tersebut, pohon mesti ditebang semua. Tanaman buah dalam pot yang ukurannya rutin dikendalikan melalui pemangkasan sama sekali tak akan menyulitkanmu. Begitu pula jika dirimu bosan dengan pemandangan di depan. Tabulampot di halaman depan dapat diganti dengan tabulampot dari halaman belakang.

7. Hemat uang belanja dan puas menikmati hasil kebun sendiri

ilustrasi cabai (pexels.com/Ivan Nurdin)

Menghemat uang belanja bukan soal kamu punya banyak atau sedikit uang. Jika ada lebih banyak uang yang bisa disisihkan untuk ditabung atau berinvestasi, tentu lebih baik. Tabulampot bisa membantumu menggunakan kelebihan uang belanja guna membangun masa depan.

Saat harga-harga naik atau justru pendapatanmu menurun, tabulampot pun seperti jaring pengaman. Kamu masih bisa memetik cabai, aneka sayuran, dan berbagai buah dari hasil penanaman dalam pot. Dirimu akan lebih puas menikmatinya. Bukan cuma karena stok yang melimpah. Namun, juga mengingat ketelatenanmu selama ini dalam merawat tabulampot.

Agar kamu lebih berani mencoba tabulampot, anggap saja ini seperti eksperimen kecil-kecilan. Dirimu tetap perlu membayangkan hasil buahnya biar tambah antusias. Namun, jangan terbebani ekspektasi. Cukup mulai dan lakukan perawatan rutin. Selebihnya biar waktu yang menunjukkan hasilnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team