Ilustrasi meracik parfum dalam gerakan slow fragrance (pexels.com/MART PRODUCTION)
Slow fragrance adalah gerakan atau konsep yang biasanya didefinisikan sebagai wewangian yang dibuat dalam jumlah kecil, bukan produksi massal. Pengerjaannya cermat, menggunakan proses pembuatan parfum tradisional dan biasanya bahan-bahan alami.
“Slow fragrance sebagai bagian dari industri wewangian yang berpartisipasi dengan kesadaran dan tujuan. Gerakan ini berarti proses rilis lebih lambat dan lebih terencana, produksi batch yang lebih kecil, pemilihan dan sumber bahan yang etis, serta penceritaan dan kedalaman yang lebih kuat daripada sekadar mengikuti tren,” ujar Phway Su Aye, CEO dan direktur kreatif Gabar, dikutip Byrdie.
Slow fragrance diminati pelanggan yang memilih kualitas daripada kuantitas, mendukung merek dengan nilai-nilai, memprioritaskan brand lokal dan berkelanjutan daripada brand desainer yang lebih besar. Gagasan slow fragrance juga mengedepankan tujuan, keberlanjutan, keahlian, dan koneksi emosional. Sementara itu, menurut pendiri Ourside, Keta Burke Williams, dilansir Marie Claire, slow fragrance berarti menciptakan aroma dengan hati-hati, bukan urgensi, dan menjadikan setiap peluncuran bermakna.