Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Membangun Rumah Nyaman ala Masha and The Bear, Gak Harus Mewah!
tips membangun rumah yang nyaman ala kediaman Masha di kartun Masha and The Bear (youtube.com/Masha and The Bear)
  • Artikel menyoroti inspirasi membangun rumah nyaman dari serial Masha and The Bear, dengan fokus pada desain sederhana namun fungsional dan hangat bagi keluarga.
  • Ditekankan pentingnya interior yang efisien, lingkungan tenang, serta akses transportasi umum agar rumah terasa nyaman sekaligus praktis untuk aktivitas sehari-hari.
  • Halaman luas disebut sebagai elemen penting untuk ruang bermain anak dan kegiatan produktif lain seperti berkebun atau usaha kecil di rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Rumah bukan hanya sekadar tempat berteduh saja, melainkan juga jadi ruang utama bagi setiap keluarga untuk tumbuh, beristirahat, dan membangun kenangan bersama. Karena itu, konsep tempat tinggal ideal kerap jadi bahan pertimbangan penting, terutama bagi seseorang yang sudah berkeluarga atau berencana membangun rumah sendiri.

Nah, sisi positifnya, inspirasi soal hunian nyaman tak melulu hanya bisa ditemukan dari dunia nyata saja. Akan tetapi, turut bisa dicontoh dari sumber lain, salah satunya bisa dari serial kartun Masha and The Bear. Rumah tempat Masha tinggal ini meski dari luar tampak sederhana, tapi kalau diteliti lebih lanjut seluk-beluknya, nyatanya cukup fungsional, hangat, dan amat mendukung aktivitas penghuninya. Nah, berikut lima tips membangun tempat tinggal nyaman dan ideal ala rumah Masha yang bisa kamu adaptasi ke rumah impianmu nantinya!

1. Bangunlah rumah yang cantik, luas, dan mudah dikenali

potret rumah ikonik Masha bila dilihat dari depan (youtube.com/Masha and The Bear)

Hal pertama yang langsung mencuri perhatian dari rumah Masha adalah bagian eksterior atau wujud luar bangunannya yang dari berbagai sisi tampak cantik, luas, dan mencolok. Pemilihan warna dinding rumah yang cerah, seperti kuning, membuat hunian terlihat hidup sekaligus mudah dikenali dari kejauhan. Kenyataannya, warna cerah pada bagian luar rumah bisa memberi kesan ramah dan hangat, apalagi jika dipadukan dengan desain bangunan yang proporsional.

Meski rumah Masha memang dibangun dengan material kayu, tak berarti kamu harus menirunya mentah-mentah. Desain dan material tetap bisa disesuaikan dengan bujet dan preferensi masing-masing. Kamu bisa mengombinasikan tembok, bata ekspos, beton, atau material modern lainnya, lalu mengaplikasikan warna dinding luar yang lembut dan kontras dengan lingkungan sekitar. Dengan begitu, rumah bakal tetap mudah dikenali tanpa terlihat berlebihan.

2. Miliki fasilitas interior yang memadai dan nyaman

potret ruangan kamar Masha yang paling sering diperlihatkan di serial animasinya (youtube.com/Masha and The Bear)

Sebenarnya, bagian dalam rumah Masha memang tidak terlalu diperlihatkan oleh pihak animator. Hanya ruangan kamar Masha saja yang sering disorot dan jadi bagian dalam cerita. Namun, dilihat dari aspek satu ini pun, sudah dapat disimpulkan bahwa membangun kamar pribadi yang luas dan nyaman adalah hal penting yang perlu disiapkan gak hanya untuk dirimu dan pasangan, tapi juga buat anak. Memberikan anak kamar sendiri bukan semata soal memanjakan, melainkan bentuk pemenuhan kebutuhan privasi dan ruang personal agar anak merasa aman dan betah.

Di luar kamar tidur, ruangan lain pun idealnya disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Mulai dari ruang televisi sebagai tempat berkumpul, ruang makan yang cukup lega untuk sarapan atau dinner bersama, hingga sudut kecil untuk membaca atau bersantai. Pada akhirnya, interior rumah ideal bukan diukur dari seberapa banyak ruangan yang dimiliki, melainkan seberapa optimal setiap ruang dimanfaatkan. Bahkan, dengan lahan terbatas sekalipun, penataan yang tepat tetap bisa membuat rumah terasa lapang, nyaman, dan fungsional.

3. Pilih lingkungan yang sepi dan minim kebisingan

potret rumah Masha yang berada di kawasan dekat hutan dan minim kebisingan (youtube.com/Masha and The Bear)

Lingkungan tempat tinggal juga memegang peran besar dalam kenyamanan hidup. Rumah Masha digambarkan berada di area yang sepi, jauh dari hiruk-pikuk kota, bahkan dekat dengan kawasan hutan. Meski begitu, lagi-lagi kamu tidak perlu sepenuhnya meniru area tempat tinggal Masha, mengingat tak semua orang cocok tinggal di daerah terlalu terpencil seperti itu. Terlebih, lingkungan dekat hutan kadang bisa menjadi kurang aman dengan kehadiran banyaknya binatang liar atau hewan buas.

Namun, konsep lingkungan yang tenang tetap relevan untuk diterapkan. Sebaiknya, carilah kawasan yang minim kebisingan kendaraan dan aktivitas padat, tapi masih memiliki akses sosial yang memadai. Sebab, rumah yang tenang bisa jadi tempat ideal untuk melepas penat setelah bekerja seharian. Selain itu, adanya tetangga dalam radius tertentu juga penting, terutama agar anak bisa bersosialisasi dengan warga lain serta bocah seusia mereka.

4. Sebisa mungkin rumah dekat dari akses transportasi umum

terdapat kereta api yang beroperasi dan bisa diakses langsung dari rumah Masha (youtube.com/Masha and The Bear)

Dalam serialnya, rumah Masha digambarkan berada dekat sekali dari rel kereta api. Bahkan, di beberapa episode seperti "Bon Voyage", terlihat ada kereta yang berhenti sejenak di sekitar rumah bocah bertudung ini dan bisa langsung dinaiki tanpa harus pergi ke stasiun besar. Dari sini bisa terlihat bahwa lokasi rumah Masha punya akses transportasi umum yang dekat dan mudah dijangkau. Hal ini tentu jadi nilai plus yang bisa dicontoh untuk diterapkan di dunia nyata.

Ya, walaupun rumah yang dekat akses transportasi umum seringkali berada di kawasan padat penduduk. Alternatifnya, kamu masih bisa mencari area yang sedikit masuk ke dalam, tapi tetap memiliki akses ke angkutan umum. Jadi, rumah tak melulu harus berada tepat di pinggir jalan besar. Keberadaan transportasi umum aslinya sangat membantu, terutama saat kendaraan pribadi terbatas atau dalam kondisi darurat, semisal butuh segera mengangkut keluarga ke rumah sakit tanpa harus susah payah membopong di motor.

5. Sediakan halaman bermain yang luas untuk anak

Masha hendak menuruni tangga rumahnya (youtube.com/Masha and The Bear)

Poin terakhir yang menjadi keunggulan rumah Masha ada pada halaman luas yang mengelilinginya. Masha sendiri digambarkan sering merasa belum cukup puas bermain di halaman rumahnya sendiri, meski ada kehadiran beberapa hewan seperti babi, kambing, serta anjing kecil. Karena itulah, ia mengembara lebih jauh ke dalam hutan, lalu menemukan Bear sebagai teman bermain sekaligus sosok yang selalu diandalkannya.

Kalau mengamati soal halaman rumah Masha yang amat luas ini, sebenarnya aspek ini perlu dipertimbangkan untuk dimiliki di setiap rumah. Ini karena area halaman luas dapat memberi ruang bagi anak untuk bebas bermain, berlarian, dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya. Terlebih, fungsi halaman tak berhenti di situ saja. Selain sebagai area bermain, halaman juga bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman hias, mengembangkan kebun sayur dan buah, atau mendirikan usaha kecil agar dapat cuan.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari rumah milik Masha di serial Masha and The Bear. Gak hanya soal desain bangunan atau pemilihan warna cat. Melainkan, aspek seperti fungsional ruangan, pemilihan lingkungan tempat tinggal, serta akses transportasi umum adakalanya juga perlu dipertimbangkan dan dimasukkan ke dalam rencana sebelum membangun atau membeli rumah impian. Semoga pembahasan soal tips membangun rumah ala Masha tadi bisa menginspirasimu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team