Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi tips menjaga tanaman tetap sehat di cuaca lembap
ilustrasi tips menjaga tanaman tetap sehat di cuaca lembap (pexels.com/cottonbro studio)

Intinya sih...

  • Pastikan sirkulasi udara di sekitar tanaman tetap maksimal untuk mencegah pertumbuhan jamur dan membantu permukaan tanah agar tidak selalu dalam kondisi becek.

  • Atur kembali jadwal penyiraman yang lebih jarang sesuai dengan kelembapan udara, dan gunakan media tanam yang memiliki porositas tinggi agar air tidak menggenang terlalu lama di dalam pot.

  • Cek kondisi lubang drainase pada setiap pot, waspadai munculnya gejala infeksi jamur dan bakteri, kurangi pemberian pupuk kimia selama musim lembap, bersihkan debu pada permukaan daun secara rutin, jauhkan tanaman dari dinding atau sudut yang terlalu lembap, pastikan tanaman tet

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cuaca yang sangat lembap kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para pecinta tanaman karena air yang berlebih di udara bisa memicu berbagai masalah pertumbuhan. Itulah mengapa kamu perlu memahami tips menjaga tanaman tetap sehat di cuaca lembap agar hobi berkebunmu gak berakhir dengan pemandangan daun yang membusuk atau akar yang menghitam. 

Guys, tak sedikit orang yang mengira kalau udara yang lembap berarti tanaman gak butuh perhatian ekstra karena mereka sudah mendapatkan banyak asupan air dari atmosfer. Namun, kenyataannya justru sebaliknya, karena kelembapan tinggi yang dibarengi suhu hangat jadi resep sempurna bagi pertumbuhan bakteri dan jamur yang merugikan, lho. Kamu harus lebih peka terhadap perubahan terhadap tanaman kamu dengan jalani tips-tips berikut!

1. Pastikan sirkulasi udara di sekitar tanaman tetap maksimal

ilustrasi jenis tanaman indoor yang tetap subur saat cuaca lembap (pexels.com/Sasha Kim)

Udara yang terjebak di sela-sela pot atau daun saat cuaca lembap dapat memicu kelembapan ekstrem yang membuat tanaman sulit melakukan transpirasi, lho. Kamu sebaiknya memberi jarak yang cukup antar pot agar udara bisa mengalir dengan bebas di sekitar batang dan daun tanaman tersebut. Jika tanaman berada di dalam ruangan, kamu bisa menyalakan kipas angin dengan kecepatan rendah untuk membantu menggerakkan udara yang statis. Sirkulasi yang baik gak hanya mencegah pertumbuhan jamur, tetapi juga membantu permukaan tanah agar tidak selalu dalam kondisi becek.


2. Atur kembali jadwal penyiraman yang lebih jarang

ilustrasi menyiram tanaman hias (pexels.com/Olga Lioncat)

Kesalahan paling umum yang sering dilakukan adalah menyiram tanaman dengan jadwal yang sama seperti saat musim kemarau yang terik. Saat udara lembap, penguapan air dari media tanam akan berlangsung jauh lebih lambat sehingga tanah tetap basah dalam waktu yang lama. Kamu harus selalu mengecek kondisi tanah dengan cara menusukkan jari sedalam dua ruas untuk memastikan apakah bagian dalam tanah memang sudah kering atau masih basah. Jangan pernah menyiram jika tanah masih terasa lembap karena hal ini akan memicu pembusukan akar yang fatal bagi tanamanmu, lho.


3. Gunakan media tanam yang memiliki porositas tinggi

ilustrasi media tanam (pexels.com/ Sasha Kim)

Media tanam memegang peranan kunci dalam mengelola air yang masuk ke dalam sistem perakaran tanaman kesayangan kamu. Di cuaca yang sangat lembap, kamu disarankan untuk mencampur media tanam dengan bahan yang porous seperti sekam bakar, perlit, atau pasir malang. Campuran ini berfungsi untuk memastikan air gak menggenang terlalu lama di dalam pot dan segera mengalir keluar setelah disiram. Dengan media yang gembur, akar tanaman akan mendapatkan pasokan oksigen yang cukup meski udara di sekitarnya sedang jenuh dengan uap air.

4. Cek kondisi lubang drainase pada setiap pot

ilustrasi memilih pot yang cocok saat musim hujan (pexels.com/Sasha Kim)

Terkadang, masalah utama tanaman yang mati di cuaca lembap bukanlah karena udara, melainkan karena lubang drainase pot yang tersumbat oleh tanah padat. Kamu harus rutin memeriksa bagian bawah pot dan memastikan tak ada sumbatan yang menghalangi air keluar dari sistem perakaran. Kalau air menggenang di dasar pot (terlebih jika kamu menggunakan alas pot atau saucer), segera buang sisa air tersebut agar gak menjadi sarang nyamuk dan bakteri. Oh iya, drainase yang lancar jadi kunci utama agar tanaman gak mengalami stres akibat kelebihan air secara terus-menerus, lho.


5. Waspadai munculnya gejala infeksi jamur dan bakteri

ilustrasi penyakit bercak putih pada tanaman (pexels.com/Marina Leonova)

Kelembapan tinggi jadi surga bagi spora jamur yang bisa merusak keindahan daun tanaman koleksi kamu dalam waktu singkat. Kamu harus rajin memperhatikan apakah ada bercak putih seperti tepung, bintik hitam, atau area kecokelatan yang lunak pada bagian daun dan batang. Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, segera pisahkan tanaman yang sakit dari tanaman sehat lainnya agar infeksi gak menyebar ke seluruh koleksi. Penggunaan fungisida organik secara berkala juga bisa menjadi langkah preventif yang cerdas untuk menjaga imunitas tanaman di musim hujan.


6. Kurangi pemberian pupuk kimia selama musim lembap

ilustrasi menyemprot pupuk tanaman (unsplash.com/CDC)

Banyak orang berpikir bahwa memberi pupuk lebih banyak akan membantu tanaman bertahan hidup di cuaca yang kurang bersahabat. Padahal, saat cuaca lembap dan intensitas cahaya matahari berkurang, metabolisme tanaman cenderung melambat dan mereka gak membutuhkan banyak nutrisi tambahan. Pemberian pupuk kimia yang berlebihan justru dapat menumpuk menjadi garam di media tanam dan merusak akar karena gak terserap dengan sempurna. Kamu sebaiknya menunda pemupukan berat atau beralih ke pupuk organik cair dengan dosis yang jauh lebih encer dari biasanya, ya.

7. Bersihkan debu pada permukaan daun secara rutin

ilustrasi merawat tanaman (pexels.com/Gustavo Fring)

Daun adalah organ vital tempat tanaman melakukan proses fotosintesis dan "bernapas" melalui stomata yang ada di permukaannya. Saat cuaca lembap, debu yang menempel di daun bisa bercampur dengan uap air dan membentuk lapisan tipis yang menutup pori-pori daun tersebut. Kamu bisa mengelap daun tanaman dengan kain microfiber yang lembap atau tisu lembut untuk menjaga agar proses respirasi tetap berjalan optimal. Daun yang bersih juga membuat tanaman terlihat lebih segar dan memudahkan kamu dalam mendeteksi adanya hama kecil yang bersembunyi.

8. Jauhkan tanaman dari dinding atau sudut yang terlalu lembap

ilustrasi menaruh tanaman di area dengan sirkulasi udara yang baik (pexels.com/604always withlove)

Penempatan tanaman sangat berpengaruh pada tingkat kelembapan mikro yang diterima oleh dedaunan dan media tanamnya. Kamu sebaiknya gak meletakkan pot terlalu mepet ke dinding bangunan yang sering basah atau rembes karena hal ini akan meningkatkan risiko penularan jamur. Cobalah untuk meletakkan tanaman di area yang sedikit lebih terbuka atau tempat yang masih bisa mendapatkan hembusan angin alami secara berkala. Area yang memiliki pencahayaan gak langsung namun terang akan jauh lebih baik daripada sudut ruangan yang gelap dan pengap.


9. Pastikan tanaman tetap mendapat sinar matahari yang cukup

ilustrasi memindahkan tanaman agar mendapatkan sinar matahari (pexels.com/Sasha Kim)

Meskipun langit sering mendung, tanaman kamu tetap membutuhkan cahaya matahari untuk memproses energi dan mengeringkan sisa-sisa air di permukaan tanah. Jika tanamanmu diletakkan di dalam ruangan, coba pindahkan mereka sesekali ke dekat jendela yang menghadap ke arah datangnya cahaya setiap pagi. Cahaya matahari alami memiliki sifat antimikroba alami yang membantu menekan pertumbuhan jamur berbahaya pada media tanam. Jika cuaca benar-benar gelap dalam waktu lama, penggunaan grow light bisa menjadi investasi tambahan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tanamanmu.


10. Pangkas bagian tanaman yang mulai layu atau membusuk

ilustrasi daun tomat yang merunduk (unsplash.com/Dan Cristian Pădureț)

Jangan ragu untuk memotong bagian daun atau batang yang terlihat mulai menguning, layu, atau menunjukkan tanda pembusukan. Bagian tanaman yang mati atau sekarat akan menjadi magnet bagi hama dan penyakit, terutama jika dibiarkan di lingkungan yang lembap. Kamu harus menggunakan gunting tanaman yang tajam dan sudah disterilkan dengan alkohol agar bekas potongan gak terinfeksi oleh bakteri baru. Dengan melakukan pemangkasan rutin, kamu membantu tanaman memfokuskan energinya untuk menjaga bagian yang sehat dan mendorong pertumbuhan tunas baru yang lebih kuat, lho.

Menjaga tanaman agar tetap prima memang membutuhkan kesabaran, terutama saat lingkungan tak mendukung dengan tingkat kelembapan yang melonjak tinggi. Jadi, pastikan kamu selalu memantau perkembangan tanamanmu setiap hari agar tindakan pencegahan bisa diambil sedini mungkin sebelum masalah menjadi serius. Terapkan semua tips menjaga tanaman tetap sehat di cuaca lembap ini secara konsisten agar taman mungilmu tetap hijau dan menyegarkan mata sepanjang tahun, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team