Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Tips Merawat Taman Vertikal, Mudah dan Praktis!
Ilustrasi taman vertikal (Unsplash.com/Pawel Czerwinski)

Taman vertikal kerap dipilih karena dapat menghemat ruang dan lahan. Berbeda dengan taman-taman pada umunya, taman vertikaldilakukan dengan menanam berbagai tumbuhan di dinding dengan arah ke atas. Oleh karena itu, dibutuhkan perawatan ekstra agar taman ini tidak merusak rumah dan keasriannya tetap terjaga.

Selain itu, karena posisinya yang melawan gravitasi, kamu perlu memperhatikan beberapa aspek saat ingin membuat taman vertikal di rumah. Yuk, simak tipsnya di bawah ini!

1. Melakukan perawatan minimum secara rutin

Ilustrasi taman vertikal (unsplash.com/Pawel Czerwinski)

Sama halnya dengan semua taman, taman vertikal juga membutuhkan perawatan minimum secara rutin. Meskipun taman vertikal tidak membutuhkan perawatan ekstra seperti taman pada umumnya, perawatan taman vertikal bisa berupa pemangkasan teratur perbulan atau bahkan perminggu.

“Beberapa perawatan minimum masih diperlukan, seperti pemeriksaan bulanan pada kondisi tanaman, pengendalian hama, dan pemangkasan setidaknya setiap enam bulan sekali," tutur Jordi Serramia, CEO SingularGreen, dikutip Architectural Digest.

Dengan melakukan pemangkasan rutin, kamu dapat menjaga bentuk tanaman agar tampak lebih compact dan rapi, serta mencegah pertumbuhan yang tidak terkontrol.  Selain itu, dengan memotong bagian tanaman yang sudah mati atau rusak, kamu juga membantu mencegah penyebaran penyakit dan memastikan cahaya matahari dan udara dapat mencapai semua bagian tanaman.

2. Memiliki sistem penanaman yang berbeda untuk jenis-jenis tanaman

Ilustrasi taman vertikal (pexels.com/Magda Ehlers)

Ada beberapa taman vertikal yang dirancang untuk tanaman yang berbeda, seperti tanaman hias, sayuran, dan rempah-rempah. Untuk merawatnya, diperlukan perhatian yang berbeda karena masing-masing memiliki kebutuhan spesifik sendiri. Pasalnya, tidak semua sistem taman vertikal cocok untuk semua tanaman. Jika kamu memilih untuk menanam sayur di taman vertikal, kamu perlu membedakan perawatannya dengan tanaman aromatik atau tanaman rumah.

"Sebagian besar tanaman herbal bersifat musiman dan setelah mereka mati, meninggalkan dinding hijau yang terekspos dengan tanaman yang tidak selalu terlihat bagus. Untuk itu, pastikan kamu memilih jenis tanaman yang tepat dan bukan hanya tentang estetika." ungkap Sam Collins, manajer umum di layanan taman vertikal, Vertikal, dikutip Home Beautiful.

Jika kamu memilih untuk menanam sayur-sayuran, pastikan kamu menempatkan taman vertikal dengan posisi yang mendapatkan sinar matahari penuh. Adapun jika kamu memilih untuk menanam sukulen pada taman vertikal, jenis tumbuhan ini aman untuk posisi taman dengan sinar matahari tidak langsung.

3. Pastikan taman memiliki struktur dan penopang

ilustrasi vertical garden (unsplash.com/Robson Denian Mateus)

Pastikan rangka dan penopang taman vertikal kuat dan stabil. Sebelum menanam taman vertikal, pilihlah material yang tahan lama, seperti logam tahan karat atau kayu yang memiliki ketahanan kuat terhadap cuaca.

Taman vertikal memiliki lahan yang tidak biasa, meskipun kelebihannya yakni menghemat ruang pada lahan rumah. Namun, ketika kamu memilih taman jenis ini, struktur yang kokoh penting untuk menopang berat tanaman, media tanam, dan air. Setelah memilih material yang paling tepat, pastikan kamu melakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan tidak ada yang lepas atau berkarat. Selain itu, lakukanlah perbaikan dengan segera apabila sekiranya kamu menemukan kerusakan.

4. Membangun sistem irigasi yang tepat

ilustrasi vertical garden (unsplash.com/altifarm)

Gunakanlah sistem irigasi tetes secara otomatis untuk menyiram tanaman secara merata dan konsisten. Sistem irigasi ini juga dapat memungkinkan air mengalir langsung ke akar tanaman, mengurangi pemborosan air ketika menyiram tanaman vertikal.

Tak hanya itu, sistem irigasi ini juga dapat mencegah kekeringan pada tanaman yang berada di posisi yang lebih tinggi. Selain itu, pilihlah sistem irigasi yang dapat kamu atur untuk menyiram pada waktu tertentu. Adapun untuk sistem penyiraman, perhatikan juga penempatan tanaman. Tanaman yang tidak membutuhkan banyak air direkomendasikan untuk bagian atas taman vertikal karena mereka akan mengering lebih dulu, sementara tanaman yang membutuhkan banyak air ditempatkan di posisi agak bawah agar air dari tanaman dapat diserap.

5. Pilih media tanam khusus untuk taman vertikal

ilustrasi menanam vertikal (unsplash.com/danifunes)

Pilih media tanam yang ringan tapi kaya nutrisi, seperti campuran serat kelapa (cocopeat), perlit, dan kompos. Media tanam ini tidak hanya mengurangi beban pada struktur penopang, tetapi juga menyediakan aerasi yang baik untuk akar tanaman. Tambahkan pupuk organik atau kompos secara berkala untuk menjaga kandungan nutrisi dalam media tanam.

Tidak hanya pupuk, campuran pot yang tepat juga perlu kamu perhatikan. Ini karena campuran tanah pot yang tepat dapat membantu menahan air dan menahan kelembapan, serta memasukkan lumut gambut ke dalam campuran tanah dapat membantu menahan air. Faktor penting lainnya adalah gravitasi, yang menarik air ke bawah.

6. Pantau kelembapan secara berkala

Ilustrasi menanam tanaman secara bertingkat (pexels.com/Anthony Rahayel)

Gunakan sensor kelembapan untuk memantau tingkat kelembapan media tanam. Dengan menggunakan sensor, perangkat ini akan memberi tahu kapan kamu perlu menyiram tanaman. Fungsi lainnya adalah agar kamu dapat menghindari penyiraman berlebihan atau kekurangan air.

Namun, jika kamu tidak memiliki sensor, kamu bisa mengecek kelembapan media tanam dengan memasukkan jari ke dalam tanah. Tekanlah jari dengan perlahan dan jika tanah terasa kering, maka tanaman perlu disiram. Sebaliknya, jika tanah lembap dan basah, artinya tanaman memiliki persediaan air yang cukup.   

7. Pertimbangkan akses perawatan ke taman vertikal

Ilustrasi taman vertikal (pexels.com/Jocelyn Erskine-Kellie)

Atur penempatan tanaman agar mudah dijangkau untuk penyiraman, pemangkasan, dan pengecekan hama. Jika taman vertikal dipasang di dinding tinggi, pertimbangkan untuk menggunakan tangga atau alat bantu lain untuk mencapai tanaman di bagian atas.

Sementara itu, pilihlah struktur penopang yang memungkinkanmu menggeser atau memindahkan pot tanaman dengan mudah jika diperlukan. Pastikan kamu dapat dengan mudah mengakses setiap bagian taman untuk melakukan perawatan secara rutin dan berkala.

Itulah tips dalam merawat tanaman vertikal yang hemat ruang. Semoga tips-tips di atas dapat membantumu untuk merawat atau mempertimbangkan taman vertikal di rumah, ya!

Editorial Team