Membaca novel yang memenangkan Pulitzer Prize kategori Fiksi seperti sedang membaca catatan harian tentang kegelisahan kolektif sebuah zaman. Penghargaan paling bergengsi ini tidak pernah takut untuk memilih karya-karya yang menantang kenyamanan kita, baik lewat eksperimen struktur bahasa yang radikal maupun penulisan ulang sejarah yang vokal dari sudut pandang mereka yang telanjur dilupakan.
Jika kita menarik garis waktu mundur dari tahun 2026 yang penuh kejutan ini hingga ke awal dekade di 2021, kita akan menemukan sebuah pola evolusi sastra yang luar biasa murni. Para penulis modern kini tidak lagi hanya bercerita; mereka sedang membongkar pasang cara kita memahami dunia lewat narasi fiksi yang memikat.
