Perdebatan antara buku fisik dan e-book sering terasa seperti perang selera yang gak ada habisnya untuk kamu. Di satu sisi, e-book menawarkan kepraktisan luar biasa, tapi buku fisik punya daya tarik emosional yang sulit ditiru layar. Banyak orang, mungkin termasuk kamu, merasakan ada sesuatu yang 'hilang' saat membaca versi digital. Bukan soal mana yang lebih pintar atau modern, melainkan soal pengalaman batin yang berbeda. Buku fisik seolah mengajak kamu hadir lebih utuh dalam proses membaca. Dari sentuhan kertas sampai aroma halamannya, semuanya menciptakan suasana tersendiri.
Meski teknologi terus melaju, pesona buku cetak belum juga pudar di hati kamu. Ada momen-momen kecil yang hanya bisa ditemukan saat memegang buku sungguhan. Layar boleh canggih, tapi ia tetap terasa datar dan seragam. Sementara buku fisik punya karakter unik di setiap judulnya. Gak heran banyak pembaca tetap kembali pada versi cetak meski punya ratusan e-book di gawai. Perbedaan vibes ini bukan sekadar romantisme, melainkan pengalaman nyata yang kamu rasakan sendiri. Berikut beberapa alasan kenapa keduanya terasa berbeda.
