Belakangan ini tren slow living makin sering muncul di media sosial. Feeds dipenuhi pagi yang tenang, kopi hangat, rumah estetik ala cottagecore, dan hidup yang katanya lebih mindful. Sekilas terlihat sederhana dan menenangkan. Tapi kalau kamu tinggal di kota besar, rasanya tidak sesederhana itu.
Gaya hidup lambat terdengar seperti jawaban dari tekanan hidup kota besar yang serba cepat. Banyak orang ingin keluar dari ritme kerja yang melelahkan dan tuntutan produktivitas tanpa henti. Namun realita hidup di kota besar sering kali tidak memberi banyak pilihan. Yuk simak lima alasan kenapa tren slow living terasa makin susah diterapkan.
