Ilustrasi membaca Al-Qur'an (freepik.com/freepik)
Nuzulul Qur'an diperingati pada hari ke-17 Ramadan. Di tahun 2026, peringatan Nuzulul Qur'an jatuh pada hari Jum'at (6/3/2026). Penetapan ini mengacu pada penjelasan dari surat Al-Anfal yang artinya :
"Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) pada hari Furqan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan." (QS Al-Anfal 8:41)
Ayat tersebut menerangkan bahwa Nuzulul Qur'an terjadi pada hari Furqan yang terjadi pada hari ke-17 Ramadan, yakni hari di mana umat Islam berhasil memenangkan Perang Badar. Tanggal ini diperingati sebagai momen turunnya ayat yang membedakan antara yang baik dan yang buruk.
Dikutip dari NU online, Syekh M Ali As- Shabuni bercerita, bahwa Al-Qur'an pertama kali turun pada tanggal 17 Ramadan, saat usia Rasulullah mencapai 40 tahun. Ketika Rasulullah sedang mengasingkan diri dan berdoa di Gua Hira, tiba-tiba datanglah Malaikat Jibril yang membawa wahyu. Jibril memeluk, lalu melepaskan Rasulullah SAW. Hal ini dilakukannya sebanyak tiga kali
Sembari memeluk, Jibril selalu menyebutkan "iqra!", yang artinya "bacalah!". Namun Rasulullah kemudian menjawab, "Saya tak mengenal bacaan (tidak bisa membaca)". Maka, Malaikat Jibril memberikan wahyu berupa surat Al-Alaq ayat 1-5.
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajar pada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-Alag ayat 1-5)
Surat ini menjadi wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, sekaligus dimulainya penyebaran agama Islam. Di mana Al-Qur'an akan menjadi penyempurna dari kitab-kitab suci sebelumnya, yakni Taurat, Injil, dan Zabur.