ilustrasi orang jahat (pexels.com/Sora Shimazaki)
Membahas apa itu Sengkuni gak bisa dilepaskan dari wataknya. Dalam pewayangan, Sengkuni merupakan sosok yang pandai bersilat lidah.
Kemampuannya dalam bertutur kata justru dipakai untuk hal-hal buruk. Sehingga, orang-orang percaya dengan omongan manis yang keluar dari bibir Sengkuni. Mereka terperdaya dengan tipu dayanya.
Alhasil, Sengkuni terkenal sebagai tokoh yang kerap mengadu domba. Tak hanya licik di kalangan internal Kurawa, Sengkuni juga dianggap dalang yang menghasut Kurawa untuk memusuhi Pandawa.
Salah satu bukti kelicikan Sengkuni tampak saat Dewi Gandari meminta bantuannya. Dewi Gandari sendiri memiliki watak yang bengis, kejam, dan pendendam.
Ia meminta Sengkuni agar anaknya (Duryudana) sekaligus keponakan Sengkuni menjadi raja di Astina. Saat itu, Astina masih dipimpin oleh Pandu Dewanata.
Supaya sang keponakan naik tahta, Sengkuni melakukan adu domba. Sehingga, Pandu Dewanata terlibat perang dengan muridnya, Prabu Tremboko. Keduanya tewas dalam perang itu.
Kepimpinanan Astina akhirnya dipegang Destarata sebagai raja sementara. Namun, Sengkuni tidak tinggal diam. Ia merayu Destarata agar mau menyerahkan jabatan pada Duryudana meski hanya sampai para Pandawa dewasa.