Datang terlambat sering muncul sebagai kebiasaan kecil yang dianggap remeh, padahal dalam kehidupan sehari-hari keputusan ini kerap diambil dengan sadar. Terlambat bukan selalu soal lupa waktu atau sikap tidak peduli, melainkan pilihan yang muncul dari situasi hidup yang tidak selalu rapi. Banyak orang memilih terlambat tanpa merasa sedang melakukan kesalahan besar.
Dalam praktiknya, terlambat bisa menjadi cara menyesuaikan diri dengan kondisi tertentu. Fenomena ini dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari janji bertemu teman hingga acara keluarga. Berikut sudut pandang yang dapat membantu melihat keterlambatan dengan cara yang berbeda.
