Banyak orang merasa grammar bahasa Inggris seperti hutan penuh aturan yang membingungkan. Kamu mungkin sudah menghafal rumus tenses, tetapi tetap saja ragu saat harus berbicara atau menulis. Secara teori semuanya tampak jelas, namun praktiknya sering berbeda dari buku. Perasaan pusing itu bukan tanda kamu bodoh, melainkan proses alami saat otak bertemu sistem bahasa baru. Setiap pembelajar di dunia hampir pernah mengalami fase yang sama. Grammar memang logis, tetapi cara otak menyerapnya gak selalu linear. Di sinilah letak tantangan sebenarnya.
Di sekolah, grammar sering diajarkan seperti rumus matematika yang harus dihafal mati. Kamu diminta mengisi soal pilihan ganda tanpa memahami konteks penggunaannya. Akibatnya, aturan terasa kaku dan jauh dari kehidupan nyata. Padahal bahasa adalah alat komunikasi yang hidup dan fleksibel. Ketika praktik gak sejalan dengan teori, otak mudah kelelahan. Banyak orang akhirnya menyerah sebelum menikmati prosesnya. Enam alasan berikut bisa menjelaskan kenapa belajar grammar sering terasa memusingkan.
Belajar Grammar Bikin Pusing
