Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Cara Mengenali dan Memvalidasi Diri saat Mengalami Gaslighting
ilustrasi seorang wanita yang mendapat perlakuan gaslighting (pexels.com/ANTONI SHKRABA)

Kadang, yang melelahkan dari tempat kerja bukan hanya target atau deadline, tapi perasaan ragu yang muncul diam-diam. Kamu mulai mempertanyakan ingatan sendiri, merasa terlalu sensitif, atau bahkan menganggap semua kesalahan ada di diri sendiri. Jika ini terjadi berulang, bisa jadi kamu sedang berada dalam situasi gaslighting, sebuah bentuk manipulasi yang pelan tapi mengikis kepercayaan diri.

Gaslighting bekerja seperti bisikan yang terus diulang sampai terdengar seperti kebenaran. Karena itu, cara pertama untuk keluar dari lingkaran ini bukan langsung melawan, tapi mengenali apa yang sebenarnya terjadi dan memvalidasi diri sendiri. Berikut beberapa langkah yang bisa membantu kamu tetap berpijak pada realitasmu sendiri.

1. Sadari ada pola yang berulang

ilustrasi seorang rekan kerja yang melakukan gaslighting (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Gaslighting jarang terjadi hanya satu kali. Biasanya ada pola yang terus berulang, seperti pernyataan yang diputarbalikkan, janji yang diingkari, atau kamu yang selalu dibuat merasa salah.

Dengan mengenali pola ini, kamu bisa mulai melihat bahwa masalahnya bukan pada satu kejadian, melainkan pada dinamika yang tidak sehat. Ini membantu kamu keluar dari rasa bersalah tersebut.

2. Catat hal-hal penting untuk menjaga realitas

ilustrasi seorang wanita yang melihat catatan kerja (pexels.com/Thirdman)

Mencatat percakapan, instruksi kerja, atau kejadian penting bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kejelasan. Ini bukan soal mencari kesalahan, tapi melindungi diri dari kebingungan yang sengaja atau tidak sengaja diciptakan.

Ketika suatu saat kamu mulai meragukan ingatan sendiri, catatan ini bisa menjadi jangkar yang dapat membantu kamu kembali pada fakta yang sebenarnya terjadi.

3. Percaya pada perasaan tidak nyaman yang muncul

ilustrasi seorang wanita yang mendapat perlakuan gaslighting (pexels.com/www.kaboompics.com)

Perasaan tidak nyaman sering jadi sinyal pertama yang diabaikan. Kamu mungkin merasa ada yang tidak beres, tapi kemudian menepisnya karena takut dianggap berlebihan.

Padahal, perasaan itu valid. Tidak semua hal harus langsung bisa dijelaskan secara logis. Jika sesuatu terasa salah, itu cukup menjadi alasan untuk berhenti dan mengevaluasi situasi.

4. Bedakan kritik sehat dengan manipulasi

ilustrasi seorang wanita yang menekan rekan kerjanya (pexels.com/www.kaboompics.com)

Tidak semua kritik adalah gaslighting. Kritik yang sehat biasanya spesifik, fokus pada pekerjaan, dan disampaikan dengan tujuan memperbaiki. Sebaliknya, gaslighting cenderung menyerang secara personal, membuat kamu merasa tidak kompeten secara keseluruhan, dan sering kali tidak memberikan solusi yang jelas.

5. Validasi diri tanpa menunggu pengakuan orang lain

ilustrasi seorang wanita yang merasa terasingkan di lingkungan kerja (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Salah satu dampak gaslighting adalah membuat kamu bergantung pada validasi dari orang lain. Kamu merasa butuh pengakuan untuk memastikan bahwa kamu tidak salah. Mulailah dari hal kecil, seperti mengakui usaha dan pencapaian diri sendiri. Validasi internal ini penting agar kamu tidak mudah goyah oleh opini yang merendahkan.

6. Cari perspektif dari orang yang dipercaya

ilustrasi bercerita dengan rekan kerja wanita (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Berbicara dengan teman, mentor, atau orang yang kamu percaya bisa membantu melihat situasi dengan lebih jernih. Kadang, sudut pandang dari luar bisa membuka hal yang sebelumnya tidak kamu sadari. Pastikan kamu memilih orang yang objektif dan tidak menghakimi, sehingga kamu bisa merasa aman untuk bercerita.

7. Tetapkan batasan untuk melindungi diri

ilustrasi seorang wanita yang menolak diperlakukan gaslighting (pexels.com/Edward Jenner)

Jika kamu mulai menyadari adanya pola gaslighting, penting untuk menetapkan batas. Ini bisa berupa membatasi interaksi, memperjelas komunikasi, atau tidak lagi menoleransi perlakuan tertentu. Batasan bukan berarti kamu lemah atau tidak profesional. Justru, itu adalah bentuk menjaga kesehatan mental dan menghargai diri sendiri.

Menghadapi gaslighting memang tidak mudah, apalagi jika terjadi di lingkungan kerja yang menuntut profesionalitas setiap saat. Namun, mengenali dan memvalidasi diri adalah langkah penting agar kamu tidak kehilangan pijakan di tengah situasi yang membingungkan.

Kamu berhak merasa aman dengan pikiran dan pengalamanmu sendiri. Ketika kamu mulai percaya pada dirimu lagi, perlahan kabut itu akan menipis. Sehingga kamu bisa melihat dengan lebih jelas mana yang nyata, dan mana yang selama ini hanya mencoba mengaburkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy