Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Contoh Blues Sehari-Hari, Gak Cuma Baby Blues
ilustrasi birthday blues (pexels.com/Anna Shvets)

  • Rasa lesu saat Senin pagi datang, dikenal sebagai Monday blues

  • Perasaan kosong menjelang ulang tahun disebut birthday blues

  • Semangat turun setelah libur panjang berakhir, yang disebut post holiday blues

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Istilah blues sering dipakai untuk menggambarkan perasaan murung yang muncul tanpa sebab. Dalam kehidupan sehari-hari, blues bisa hadir di tengah aktivitas, bahkan saat semuanya tampak berjalan baik-baik saja. Kondisi ini bukan merupakan gangguan mental dan bukan pula tanda ada masalah serius yang harus segera diselesaikan.

Karena sifatnya ringan dan sering berlalu sendiri dengan sendirinya, blues kerap dianggap sepele atau malah tidak disadari sama sekali. Padahal, perasaan semacam ini cukup sering muncul dan dialami banyak orang dalam beberapa fase hidup, lho. Berikut beberapa contoh blues sehari-hari yang paling umum ditemui di sekitar kita.

1. Rasa lesu muncul saat Senin pagi datang

ilustrasi monday blues (pexels.com/elena_ sher)

Perasaan ini dikenal luas sebagai Monday blues, kondisi ketika semangat terasa menurun begitu pekan, baru saja dimulai. Biasanya bukan dipicu oleh pekerjaan yang berat, melainkan perubahan suasana dari akhir pekan ke rutinitas yang kembali berjalan seperti biasa. Kamu akan bangun lebih pagi, jalanan mulai padat, dan agenda sudah tersusun rapi, sering kali membuat tubuh terasa tertinggal beberapa langkah. Senin pagi pun terasa lebih berat, meski tidak ada masalah besar yang menunggu.

Rasa lesu ini kerap disalahartikan sebagai malas atau kurang niat bekerja. Padahal, banyak orang tetap menyelesaikan tanggung jawabnya tanpa hambatan berarti. Monday blues lebih sering berkaitan dengan proses penyesuaian suasana hati daripada kemampuan atau etos kerja. Seiring berjalannya hari, perasaan ini biasanya berangsur hilang tanpa perlu treatment khusus. Selasa atau Rabu sering menjadi titik balik ketika energi kembali terasa lebih stabil.

2. Perasaan kosong muncul menjelang ulang tahun

ilustrasi birthday blues (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Fenomena ini sering disebut birthday blues, yaitu perasaan hampa yang muncul ketika hari ulang tahun semakin dekat. Alih-alih merasa antusias, sebagian orang justru mulai memikirkan usia, pencapaian hidup, atau hal-hal yang belum terwujud. Ulang tahun yang seharusnya menjadi momen personal sering berubah menjadi ajang perbandingan, terutama ketika linimasa media sosial dipenuhi perayaan ulang tahun orang lain. Situasi ini membuat perasaan campur aduk muncul tanpa diminta.

Perasaan kosong tersebut tidak selalu berarti tidak bersyukur atau tidak bahagia dengan hidup yang kini tengah dijalani. Banyak orang tetap menjalani hari seperti biasa, tetapi ada ganjalan kecil yang sulit dijelaskan. Ulang tahun seakan memberi jeda untuk berhenti sejenak, lalu memunculkan pikiran yang biasanya tidak muncul pada hari lain. Setelah hari ulang tahun berlalu, suasana hati umumnya kembali netral seperti sebelumnya. Birthday blues sering datang singkat dan menghilang tanpa meninggalkan dampak panjang.

3. Semangat turun setelah libur panjang berakhir

ilustrasi post holiday blues (pexels.com/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Setelah libur panjang, kembali ke rutinitas semula sering memicu yang namanya post holiday blues. Perasaan ini muncul saat suasana santai selama liburan berganti dengan jadwal yang kembali padat. Bukan liburannya yang kacau, melainkan perubahan suasana yang terasa terlalu cepat. Waktu bangun yang kembali pagi, pekerjaan yang menumpuk, dan hari-hari yang kembali cepat membuat tubuh dan pikiran terasa tertinggal.

Meski begitu, sebagian besar orang tetap bekerja seperti biasa tanpa kendala besar. Walau begitu sebenarnya yang berubah hanyalah tempo dan fokus kerja yang terasa lebih lambat saja. Post holiday blues biasanya mereda dalam beberapa hari ketika kebiasaan lama mulai terasa familiar lagi. Kondisi ini wajar dan sering dialami siapa saja setelah jeda libur yang lumayan panjang (cuti bahkan libur Hari Raya). Tidak ada yang perlu disalahkan karena tubuh memang butuh waktu untuk kembali menyesuaikan diri.

Blues sering muncul di sela aktivitas biasa, dari awal pekan hingga momen yang seharusnya terasa spesial. Kondisi ini bukan tanda ada yang salah dengan dirimu, melainkan bagian wajar dari pengalaman hidup sehari-hari. Selama tidak mengganggu aktivitas utama, blues biasanya akan berlalu seiring perubahan suasana dan waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team