Ilustrasi majas dalam karya sastra (unsplash.com/Sincerely Media)
Untuk memudahkan dalam memahami contoh majas personifikasi, kamu perlu mengetahui ciri-ciri majas ini. Berikut ini ciri-cirinya:
Mengandung benda mati atau konsep abstrak sebagai subjek
Ciri utama majas personifikasi adalah penggunaan objek mati atau makhluk lain sebagai subjek kalimat. Objek-objek ini biasanya berupa benda mati seperti kursi, angin, meja, jam, atau hal abstrak seperti waktu malam, kesedihan, dan sejenisnya.
Subjek mati diberi sifat manusia
Objek mati yang kemudian menjadi subjek kalimat diberi sifat, sikap, atau hal-hal yang berkaitan dengan manusia. Biasanya, benda mati ini diberi kemampuan khas layaknya manusia, seperti dapat berbicara, menari, memeluk, atau menangis.
Bersifat kiasan
Majas personifikasi merupakan bahasa yang dimaksud sebagai kiasan, bukan makna sebenarnya. Pembaca biasanya akan memahami bahwa benda-benda mati ini tidaklah bernyawa, bersikap, atau bertindak layaknya manusia, melainkan hanya sebagai ungkapan imajinatif.
Menguatkan nuansa emosional
Dengan penggunaan majas personifikasi, karya sastra akan terasa lebih hidup dan nikmat untuk dibaca. Perumpamaan benda mati yang diberi nyawa dapat menghidupkan cerita dan membangun nuansa emosional yang kuat untuk pembaca.
Sering digunakan dalam karya sastra
Majas personifikasi biasanya sering dijumpai dalam karya sastra seperti novel, cerpen, dan teks deskriptif. Majas ini jarang dipakai dalam teks ilmiah karena bersifat artistik dan subjektif.