Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Contoh Teks Negosiasi Jual Beli, Bisa Ditiru!
ilustrasi negosiasi gaji (unsplash.com/Cytonn Photography)

Contoh teks negosiasi jual beli sering dibutuhkan sebagai referensi saat melakukan proses tawar-menawar. Materi ini juga umum dipelajari di sekolah, khususnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia. 

Namun pada praktiknya, negosiasi tidak hanya terjadi secara lisan, melainkan juga dapat dituangkan dalam bentuk tulisan yang disebut teks negosiasi. Untuk memahami lebih jauh bagaimana bentuk dan strukturnya, simak contoh teks negosiasi jual beli selengkapnya berikut ini.


1. Struktur teks negosiasi

Negosiasi (pexels.com/Sora Shimazaki)

Seperti teks lainnya, teks negosiasi juga memiliki susunan atau struktur yang perlu diperhatikan agar alurnya jelas dan mudah dipahami. Berikut urutan strukturnya:

  1. Orientasi 

Orientasi adalah bagian awal dari teks negosiasi. Orientasi ini biasanya berisi salam atau sapa antara dua belah pihak 

  1. Permintaan

Permintaan adalah bagian di mana satu atau dua belah pihak mengungkapkan permasalahannya

  1. Pemenuhan

Pemenuhan adalah bagian di mana satu atau dua belah pihak dapat memenuhi sebuah permintaan atau tidak

  1. Penawaran 

Penawaran adalah bagian puncak dari negosiasi. Di sini, terjadilah proses tawar menawar antara pihak satu dengan pihak lainnya untuk mencapai kesepakatan bersama

  1. Persetujuan

Persetujuan adalah bagian ketika pihak satu dan lainnya sepakat dengan keputusan hasil tawar menawar

  1. Penutup

Bagian terakhir, yaitu penutup. Penutup adalah bagian yang menandakan kalau negosiasi telah disepakati dan berakhir. Penutup juga biasanya berisi ucapan terima kasih dan salam

2. Contoh teks negosiasi jual beli di pasar

Sedang bernegosiasi di pasar (unsplash.com/Javad Esmaeili)

Orientasi

Penjual: "Selamat pagi, Bu Heri. Wah sudah belanja macam-macam, ya?"

Bu Heri: "Iya, Pak. Nanti sore akan ada arisan. Jadi, hari ini rencananya masak agak lebih banyak dibandingkan biasanya."

Penjual: "Ohh. Ini kebetulan dagingnya segar-segar Bu. Baru sampai subuh tadi, belum kena freezer. Ibu Heri mau daging apa? Kambing apa sapi?"

Bu Heri: "Sapi sajalah, Pak. Tidak berani makan daging kambing. Suami saya sedang naik tensinya, bisa gawat kalau makan daging kambing."

Penjual: "Oh, tensinya sering naik, ya Bu? Kalau saya tiap hari makan daging, mau sapi atau kambing tidak masalah buat saya. Sejauh ini tensi saya aman, Bu. Akan tetapi, saya rajin makan ketimun, melon, semangka, apel, kangkung biar seimbang, Bu. Jangan lupa juga banyak minum air putih. Satu lagi yang terpenting adalah harus ikhlas, Bu!"

Bu Heri: "Ikhlas bagaimana, Pak?"

Penjual: "Ya, kalau menjalani hidup ini ikhlas pasti, kan adem ayem saja. Jadi, tensinya tidak akan naik."

Bu Heri: "Betul juga Bapak ini."

Penjual: "Nah, ini! Ibu, silakan pilih, mau bagian mana? Paha atau iga?"

Permintaan

Bu Heri: "Kalau paha sekilonya berapa, Pak?"

Penjual: "Masih sama, Bu, seperti kemarin, Rp 110 ribu, Bu."

Bu Heri: "Kalau iga?"

Penjual: "Buat Bu Heri, saya berikan diskon saja, Rp 105 ribu untuk 1 kg iga."

Bu Heri: "Kalau begitu saya ambil daging bagian paha 1 kg, iga ½ kg, tetapi harganya boleh kurang, ya? Kan, saya sudah beli banyak."

Pemenuhan

Penjual: "Ya, sudah, khusus untuk Ibu, semuanya saya berikan harga Rp 210 ribu saja."

Bu Heri: "Terima kasih, Pak. Bonus tulang, juga, Pak. saya hendak membuat kaldu."

Penjual: "Siap Bu Heri. Pokoknya beres."

Bu Heri: "Terima kasih, Pak."

Penjual: "Ini, Bu. Sudah saya pisahkan iga dan paha. Semuanya Rp 210 ribu."

Bu Heri: "Terima kasih, Pak. Ini uangnya."

Permintaan

Penjual: "Uangnya Rp 250 ribu. Ibu tidak mempunyai uang pas?"

Pemenuhan

Bu Heri: "Wah, tidak ada, Pak. Memangnya tidak ada kembaliannya, ya?"

Penawaran

Penjual: "Iya, belum ada uang kembaliannya. Begini saja, Ibu membayar Rp 200 ribu dulu saja, sisanya besok ketika Ibu belanja di sini."

Persetujuan

Bu Heri: "Oh, baiklah, kalau begitu. Besok sisanya akan saya berikan, Pak."

Penutup

Penjual: "Iya, Bu. Tidak usah dipikirkan."

Bu Heri: "Terima kasih, Pak."

Penjual: "Ya, Bu. Salam untuk Pak Heri."

Bu Heri: "Ya, Pak."


3. Contoh teks negosiasi jual beli baju

Membeli baju baru (freepik.com/freepik)

Orientasi

Penjual: "Ada yang bisa dibantu, Mas?"

Permintaan

Pembeli: "Baju yang ini ukuran L ada nggak?"

Pemenuhan

Penjual: "Ada, Mas. Sebentar saya ambil."

Pembeli: "Iya."

Penjual: "Ini, Mas, yang ukuran L."

Pembeli: "Berapa harganya, Mas?"

Penjual: "Itu Rp 300 ribu, pasnya Rp 290 ribu."

Penawaran

Pembeli: "Bisa Rp 260 ribu nggak, Mas?"

Penjual: "Tidak bisa, Mas. Paling kurangi Rp 5 ribu jadi Rp 285 ribu."

Pembeli: "Yah, Rp 280 ribu, deh, Mas. Langsung saya beli."

Persetujuan dan penutup

Penjual: "Iya, baiklah."


4. Contoh teks negosiasi jual beli buah

Membeli buah (pexels.com/Erik Scheel)

Orientasi

Penjual: "Silakan buah yang manis dan murah meriah."

Pembeli: "Berapaan harganya, Bang?"

Penjual: "Murah, Bu. Satu kilonya cuma Rp 15 ribu aja."

Permintaan

Pembeli: "2 kilo, Rp 25 ribu aja. Boleh?"

Pemenuhan

Penjual: "Belum dapat, Bu. Kalau segitu, mah, saya belum dapat untung."

Penawaran

Pembeli: "Wah kalau Rp 15 ribu satu kilo itu kemahalan, Bang."

Penjual: "Bisa kurang, kok, Bu, tapi jangan banyak-banyak, nanti saya rugi."

Pembeli: "Gimana kalau Rp 13 ribu satu kilo, boleh nggak, Bang?"

Penjual: "Naikin lagi, Bu. Kalau segitu, untung saya mepet, Bu."

Pembeli: "Tawaran terakhir, nih, Bang. Rp 14 ribu satu kilo, bisa?"

Penjual: "Bolehlah, Bu. Hitung-hitung buat penglaris hari ini.

Persetujuan

Pembeli: "Jadi, boleh Rp 14 ribu satu kilo?"

Penjual: "Boleh, buat ibu saya kasih murah aja, lah."

Penutup

Pembeli: Terima kasih, Bang. Ini uangnya."

5. Contoh teks negosiasi jual beli motor

Membeli motor (pexels.com/Gustavo Fring)

Orientasi

Penjual: "Ini, Mas Ryan, Honda Supra X tahun 2022 yang sampean taksir."

Pembeli: "Iya, Mas Danu. Masih mulus, ya, bodinya?"

Penjual: "Iya, Mas Ryan, soalnya saya sering dinas di luar kota, maklum prajurit. Jadi paling motor ini sesekali dipakai pembantu saya."

Permintaan

Pembeli: "Jujur saya tertarik dengan motor ini, Mas Danu. Tapi tolonglah harganya dikurangi dari yang kemarin."

Penjual: "Iya kemarin saya banderol Rp 5 juta karena disesuaikan dengan kondisinya saat ini. Bodi mulus mesin halus."

Penawaran

Pembeli: "Saya tawar Rp 3,5 juta, ya, Mas Danu."

Penjual: "Waduh kalau segitu, saya berat melepasnya, Mas Ryan."

Pembeli: "Daripada jarang sampean pakai, Mas Danu, mending saya yang rawat, Mas Danu. Haha."

Penjual: "Ya sudah, Rp 4,5 juta ya, Mas Ryan?"

Persetujuan dan Penutup

Pembeli: "Oke deh, Mas Danu. Saya bayar via transfer bank, ya, Mas."


6. Contoh negosiasi jual beli mobil

Negosiasi membeli mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Orientasi

Penjual: "Selamat datang di garasi lawas saya, Mas Dika."

Pembeli: "Oh ini, ya, Mas, Toyota Starlet yang mau dijual itu? Keren. Tahun berapa ini, Mas?"

Penjual: "Mobil ini tahun 1990, Mas Dika. Surat-suratnya lengkap, pajak hidup."

Permintaan

Pembeli: "Waktu kemarin sampean kirim video suara mesinnya, saya sebetulnya langsung jatuh hati, Mas. Cuma terkendala dengan harga yang ditawarkan."

Pemenuhan

Penjual: "Iya, Mas Dika. Saya buka di harga Rp 48 juta. Kemarin ada yang nawar Rp 41 juta, nggak saya lepas."

Penawaran

Pembeli: "Iya, Mas. Apa daya, saat ini saya hanya punya uang Rp 40 juta. Tapi serius Mas, saya tertarik dengan mobil lawas ini. Akan saya rawat sepenuh hati."

Persetujuan

Penjual: "Ya sudah, Mas Dika. Saya lepas ke sampean deh walau Rp 40 juta. Saya percaya sampean benar-benar ingin mobil ini. Bukan untuk dijual kembali dan mencari keuntungan. Tapi karena suka dengan mobilnya."

Penutup

Pembeli: "Wah, terima kasih, Mas. Semoga berkah untuk kita semua. Saya bayar via transfer bank, ya, Mas."

Penjual: "Siap, Mas. Aamiin."


Itulah contoh teks negosiasi jual beli lengkap dengan struktur teksnya. Semoga bisa membantu kamu memahami cara melakukan tawar-menawar dengan lebih baik dan jadi referensi yang berguna, baik untuk belajar di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Editorial Team