Sedang bernegosiasi di pasar (unsplash.com/Javad Esmaeili)
Orientasi
Penjual: "Selamat pagi, Bu Heri. Wah sudah belanja macam-macam, ya?"
Bu Heri: "Iya, Pak. Nanti sore akan ada arisan. Jadi, hari ini rencananya masak agak lebih banyak dibandingkan biasanya."
Penjual: "Ohh. Ini kebetulan dagingnya segar-segar Bu. Baru sampai subuh tadi, belum kena freezer. Ibu Heri mau daging apa? Kambing apa sapi?"
Bu Heri: "Sapi sajalah, Pak. Tidak berani makan daging kambing. Suami saya sedang naik tensinya, bisa gawat kalau makan daging kambing."
Penjual: "Oh, tensinya sering naik, ya Bu? Kalau saya tiap hari makan daging, mau sapi atau kambing tidak masalah buat saya. Sejauh ini tensi saya aman, Bu. Akan tetapi, saya rajin makan ketimun, melon, semangka, apel, kangkung biar seimbang, Bu. Jangan lupa juga banyak minum air putih. Satu lagi yang terpenting adalah harus ikhlas, Bu!"
Bu Heri: "Ikhlas bagaimana, Pak?"
Penjual: "Ya, kalau menjalani hidup ini ikhlas pasti, kan adem ayem saja. Jadi, tensinya tidak akan naik."
Bu Heri: "Betul juga Bapak ini."
Penjual: "Nah, ini! Ibu, silakan pilih, mau bagian mana? Paha atau iga?"
Permintaan
Bu Heri: "Kalau paha sekilonya berapa, Pak?"
Penjual: "Masih sama, Bu, seperti kemarin, Rp 110 ribu, Bu."
Bu Heri: "Kalau iga?"
Penjual: "Buat Bu Heri, saya berikan diskon saja, Rp 105 ribu untuk 1 kg iga."
Bu Heri: "Kalau begitu saya ambil daging bagian paha 1 kg, iga ½ kg, tetapi harganya boleh kurang, ya? Kan, saya sudah beli banyak."
Pemenuhan
Penjual: "Ya, sudah, khusus untuk Ibu, semuanya saya berikan harga Rp 210 ribu saja."
Bu Heri: "Terima kasih, Pak. Bonus tulang, juga, Pak. saya hendak membuat kaldu."
Penjual: "Siap Bu Heri. Pokoknya beres."
Bu Heri: "Terima kasih, Pak."
Penjual: "Ini, Bu. Sudah saya pisahkan iga dan paha. Semuanya Rp 210 ribu."
Bu Heri: "Terima kasih, Pak. Ini uangnya."
Permintaan
Penjual: "Uangnya Rp 250 ribu. Ibu tidak mempunyai uang pas?"
Pemenuhan
Bu Heri: "Wah, tidak ada, Pak. Memangnya tidak ada kembaliannya, ya?"
Penawaran
Penjual: "Iya, belum ada uang kembaliannya. Begini saja, Ibu membayar Rp 200 ribu dulu saja, sisanya besok ketika Ibu belanja di sini."
Persetujuan
Bu Heri: "Oh, baiklah, kalau begitu. Besok sisanya akan saya berikan, Pak."
Penutup
Penjual: "Iya, Bu. Tidak usah dipikirkan."
Bu Heri: "Terima kasih, Pak."
Penjual: "Ya, Bu. Salam untuk Pak Heri."
Bu Heri: "Ya, Pak."