Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi daftar beasiswa luar negeri fully funded 2026
ilustrasi daftar beasiswa luar negeri fully funded 2026 (pexels.com/Keira Burton)

Intinya sih...

  • Beasiswa Chevening (Inggris)

  • Beasiswa Fulbright (Amerika Serikat)

  • Beasiswa MEXT - Monbukagakusho (Jepang)

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu membayangkan berjalan kaki menyusuri kampus bersejarah di Amerika Serikat sebagai seorang mahasiswa? Mimpi itu mungkin terasa seperti awan yang sulit digapai, namun setiap tahunnya ribuan pelajar asal Indonesia berhasil mewujudkannya lewat jalur bantuan dana pendidikan penuh, lho. Memahami daftar beasiswa luar negeri fully funded 2026 sejak dini jadi kunci utama agar kamu gak tertinggal dalam persaingan global yang semakin ketat ini, nih. Dengan persiapan dokumen yang matang dan riset yang mendalam, kamu bisa mengubah status dari sekadar "peminat" menjadi seorang "penerima beasiswa" yang siap mengejar cita-cita.

Kamu gak perlu menjadi jenius dengan nilai IPK sempurna untuk bisa lolos, karena banyak penyedia beasiswa yang lebih menghargai visi kepemimpinan dan kontribusi sosialmu di masa depan. Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun di mana peluang studi internasional semakin terbuka lebar seiring dengan banyaknya kerjasama riset antarnegara pasca-pandemi. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai pilihan program terbaik yang menawarkan fasilitas biaya kuliah nol rupiah hingga uang saku bulanan yang sangat mencukupi, kok.


1. Beasiswa Chevening (Inggris)

ilustrasi beasiswa Chevening (commons.wikimedia.org/Chevening Partnerships event)

Beasiswa Chevening merupakan program prestisius dari Pemerintah Inggris yang ditujukan bagi calon pemimpin masa depan untuk menempuh studi S2 selama satu tahun. Biasanya, pendaftaran untuk tahun akademik 2027 akan dibuka pada bulan September hingga awal November 2026. Beasiswa ini sangat populer karena mencakup seluruh biaya kuliah (tuition fee), tunjangan hidup bulanan dengan standar tinggi, hingga biaya pembuatan visa dan tiket pesawat pulang-pergi. Kamu akan mendapatkan kesempatan langka untuk memperluas jaringan profesional dengan para pemimpin dari berbagai belahan dunia melalui acara-acara eksklusif yang diselenggarakan oleh Sekretariat Chevening, lho.

Untuk bisa lolos, kamu wajib memiliki pengalaman kerja minimal 2.800 jam atau setara dengan dua tahun, baik itu pekerjaan tetap, paruh waktu, maupun magang. Beasiswa ini terbuka untuk hampir semua jurusan di universitas manapun di Inggris, mulai dari Hubungan Internasional, Ekonomi Kreatif, hingga Sains Terapan. Syarat utamanya adalah kamu harus memiliki gelar sarjana yang relevan dan bersedia kembali ke Indonesia minimal selama dua tahun setelah lulus untuk mengabdi. Pastikan kamu sudah memiliki rencana karier yang jelas dan mampu menjelaskan bagaimana studi di Inggris akan membantumu mencapai target tersebut dalam esai pendaftaran, ya.


2. Beasiswa Fulbright (Amerika Serikat)

Logo Fulbright Association (Modernmunir, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Fulbright menjadi salah satu beasiswa paling ikonik di dunia yang dikelola oleh AMINEF khusus untuk warga negara Indonesia yang ingin menempuh jenjang S2 atau S3 di Amerika Serikat. Jadwal pendaftaran biasanya berakhir pada tanggal 15 Februari setiap tahunnya untuk keberangkatan di tahun berikutnya. Komponen beasiswa ini sangat lengkap, meliputi biaya kuliah penuh, tunjangan hidup, asuransi kesehatan, hingga dukungan penuh untuk pengurusan visa J-1. Selain mendapatkan pendidikan berkualitas di kampus top Amerika, kamu juga akan menjadi bagian dari komunitas alumni Fulbright yang sangat kuat di seluruh dunia.

Syarat pendaftaran Fulbright menekankan pada kualitas kepemimpinan dan potensi untuk mempromosikan saling pengertian antara masyarakat Indonesia dan Amerika. Kamu membutuhkan skor TOEFL ITP minimal 550 untuk jenjang S2 atau 575 untuk jenjang S3 sebagai syarat administrasi awal. Sedangkan untuk TOEFL iBT, skor yang dibutuhkan minimum 80o untuk jenjang S2 atau 90 untuk jenjang S3.  

Jurusan yang ditawarkan sangat beragam, mencakup bidang humaniora, seni, ilmu sosial, hingga teknologi, namun perlu dicatat bahwa Fulbright gak mendanai jurusan medis yang melibatkan kontak langsung dengan pasien, lho. Diharapkan, kamu memiliki dedikasi tinggi untuk memajukan bidang studimu di Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan di Negeri Paman Sam ini, ya.


3. Beasiswa MEXT - Monbukagakusho (Jepang)

ilustrasi mahasiswa yang berlajar di universitas Jepang (pexels.com/Gu Ko)

Jika kamu tertarik dengan kemajuan teknologi dan budaya disiplin tinggi, Beasiswa MEXT dari Pemerintah Jepang adalah pilihan yang sangat ideal untuk jenjang S1 hingga S3. Pendaftaran biasanya dibuka dalam beberapa gelombang, dengan jalur Kedutaan Besar (G-to-G) yang seringkali dimulai pada bulan April atau Mei setiap tahunnya. Keunggulan utama MEXT adalah pembebasan biaya kuliah sepenuhnya, uang saku bulanan yang berkisar antara 117 ribu hingga 145 ribu Yen, serta tiket pesawat keberangkatan dan kepulangan. Kamu juga akan diberikan pelatihan bahasa Jepang selama enam bulan secara gratis jika jurusan yang kamu pilih memerlukan penguasaan bahasa lokal.

Persyaratan untuk beasiswa ini cukup kompetitif, di mana kamu harus memiliki nilai akademik yang konsisten dan usia di bawah 35 tahun untuk pelamar riset (S2/S3). Kamu bisa memilih berbagai jurusan mulai dari Teknik, Kedokteran, hingga Sastra Jepang di universitas-universitas ternama seperti University of Tokyo atau Kyoto University. Seleksi biasanya meliputi ujian tulis dalam beberapa mata pelajaran dan wawancara mendalam yang dilakukan langsung di Kedutaan Besar Jepang. Meskipun gak wajib mahir bahasa Jepang sejak awal, menunjukkan minat kuat terhadap budaya mereka akan menjadi poin plus yang signifikan bagi para juri, lho.


4. Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS)

ilustrasi kuliah di Australia (pixabay.com/narleymedia)

Australia Awards Scholarships (AAS) merupakan beasiswa jangka panjang yang diberikan oleh Pemerintah Australia kepada individu berprestasi dari Indonesia untuk belajar di jenjang S2 atau S3. Pendaftaran biasanya dibuka setahun sekali pada periode Februari hingga April untuk perkuliahan yang dimulai pada tahun berikutnya. Fasilitas yang didapat sangat komprehensif, mencakup biaya kuliah, bantuan biaya hidup, asuransi kesehatan, serta pelatihan bahasa Inggris intensif di Indonesia sebelum berangkat. AAS sangat berfokus pada pembangunan, sehingga pelamar yang bekerja di sektor prioritas seperti pemulihan ekonomi atau ketahanan kesehatan sangat dianjurkan melamar.

Syarat utama melamar AAS adalah memiliki skor IELTS minimal 5.5 untuk pelamar dari area afirmasi atau 6.0 untuk pelamar umum. Kamu bebas memilih jurusan yang relevan dengan prioritas pembangunan di Indonesia, seperti Kebijakan Publik, Pendidikan, Lingkungan, hingga Ekonomi Digital. Salah satu keunikan AAS adalah adanya program Pre-Departure Training selama beberapa bulan di Bali atau Jakarta untuk memastikan kamu siap menghadapi sistem akademik Australia. Setelah lulus, kamu diwajibkan untuk pulang ke Indonesia dan berkontribusi pada kemajuan bangsa sebagai bagian dari ikatan dinas non-pemerintah.


5. Beasiswa Global Korea Scholarship (GKS)

ilustrasi belajar di Korea Selatan (pixabay.com/cntjpark)

Global Korea Scholarship (GKS) atau yang dulunya dikenal sebagai KGSP adalah program beasiswa dari Pemerintah Korea Selatan yang mencakup seluruh biaya studi dari jenjang Diploma hingga S3. Pendaftaran untuk jenjang Pascasarjana biasanya dibuka pada bulan Februari, sedangkan untuk jenjang Sarjana pada bulan September. Beasiswa ini memberikan fasilitas luar biasa, termasuk uang saku bulanan, dana penelitian, biaya cetak tesis, hingga asuransi kesehatan penuh selama masa studi. Kamu juga akan mendapatkan kursus bahasa Korea wajib selama satu tahun di lembaga bahasa yang ditunjuk agar kamu siap berinteraksi dengan masyarakat setempat, lho.

Untuk bisa mendaftar GKS, kamu harus memiliki IPK minimal 80 persen dari skala 100 atau berada di peringkat 20 persen teratas di kelasmu sebelumnya. Beasiswa ini terbuka untuk berbagai jurusan di lebih dari 60 universitas di Korea Selatan, mulai dari Teknik Robotika hingga Manajemen Bisnis Internasional. Kamu bisa mendaftar melalui dua jalur, yaitu jalur Kedutaan Besar atau jalur Universitas langsung (University Track). Kuncinya adalah menyusun Statement of Purpose yang kuat yang menunjukkan alasan mengapa Korea Selatan adalah tempat terbaik bagi pengembangan kariermu dan bagaimana kamu akan menjembatani hubungan kedua negara. Dicatat, ya!


6. Beasiswa Erasmus Mundus Joint Masters (Uni Eropa)

ilustrasi mahasiswa yang mendapat beasiswa Erasmus Mundus (pexels.com/Yan Krukau)

Erasmus Mundus termasuk beasiswa unik yang didanai oleh Uni Eropa dan memungkinkan kamu untuk belajar di minimal dua atau tiga negara Eropa yang berbeda selama dua tahun masa studi S2. Pendaftaran biasanya dibuka antara bulan Oktober hingga Januari untuk perkuliahan yang dimulai pada bulan September tahun berikutnya. Penerima beasiswa akan mendapatkan pembebasan biaya kuliah, tunjangan perjalanan, serta uang saku bulanan sebesar 1.000 hingga 1.400 Euro yang sangat cukup untuk hidup di Eropa. Program ini sangat prestisius karena memberikan pengalaman lintas budaya yang gak bisa ditemukan di program beasiswa lainnya.

Syarat pendaftaran Erasmus Mundus bergantung pada masing-masing konsorsium program, namun umumnya memerlukan gelar sarjana dengan nilai baik dan sertifikat bahasa Inggris seperti IELTS dengan skor minimal 6.5. Ada lebih dari 100 pilihan program master gabungan yang tersedia, mulai dari Cyber Security, Environmental Sciences, hingga International Law. Kamu gak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan magang di organisasi internasional atau perusahaan ternama di Eropa. Proses seleksi dilakukan sepenuhnya secara online, dan kamu bisa mendaftar hingga tiga program berbeda dalam satu siklus pendaftaran, nih.


7. Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)

ilustrasi beasiswa LPDP (pixabay.com/Mohamed_hassan)

Beasiswa LPDP merupakan primadona bagi pelajar Indonesia karena menawarkan skema pendanaan paling stabil yang dikelola langsung oleh Kementerian Keuangan RI. Pendaftaran biasanya dibuka dalam dua tahap setiap tahunnya, yaitu pada awal tahun (Januari-Februari) dan tengah tahun (Juni-Juli). Fasilitas yang diberikan mencakup hampir semua kebutuhan mahasiswa, mulai dari biaya kuliah, uang saku bulanan, biaya buku, dana darurat, hingga dana transportasi untuk keluarga bagi pelamar S3. LPDP memiliki daftar universitas tujuan terbaik di dunia, termasuk Harvard, Oxford, hingga NTU, yang bisa kamu pilih sesuai dengan minat risetmu.

Syarat utama LPDP mencakup batasan usia maksimal (35 tahun untuk S2 dan 40 tahun untuk S3) serta sertifikat bahasa Inggris yang sesuai dengan standar universitas tujuan. Kamu bisa melamar melalui berbagai kategori, seperti Jalur Reguler, Jalur Afirmasi untuk daerah tertinggal, atau Jalur Target untuk tenaga medis dan pendidik. Setelah menyelesaikan studi, kamu memiliki kewajiban moral dan hukum untuk kembali ke Indonesia guna menerapkan ilmu yang telah kamu peroleh demi kemajuan bangsa di berbagai sektor strategis.

Mempersiapkan diri untuk menembus persaingan beasiswa internasional memang membutuhkan dedikasi, waktu, dan energi yang gak sedikit. Namun, bayangkan pertumbuhan karakter dan perluasan cakrawala yang akan kamu dapatkan saat berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya di luar negeri. Dengan terus memantau pembaruan mengenai daftar beasiswa luar negeri fully funded paling populer 2026, kamu sudah berada di jalur yang benar untuk mengubah hidupmu dan menjadi kebanggaan keluarga serta negara melalui jalur pendidikan tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team