Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mahasiswa
ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Yan Krukau)

Bagi kamu yang sebentar lagi lulus SMA dan berniat lanjut kuliah, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan salah satunya pemilihan jurusan. Hal ini mungkin menjadi salah satu pertimbangan yang sulit karena ada berbagai masukan baik dari teman, keluarga, atau tren. Akibatnya, pemilihan jurusan tidak benar-benar berdasarkan diri sendiri.

Memilih jurusan dengan asal hanya akan berujung pada rasa tidak nyaman saat kuliah. Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan proses refleksi yang jujur. Supaya tidak bingung, yuk simak artikel di bawah ini untuk melihat cara menentukan jurusan kuliah tanpa ikut-ikutan, simak dengan baik ya!

1. Mengenali minat dan ketertarikan

ilustrasi belajar matematika (pexels.com/ olia danilevich)

Minat dan ketertarikan mungkin sudah terlihat sejak kamu bersekolah, hal ini bisa dijadikan sebagai salah satu pondasi untuk memilih jurusan kuliah. Minat bisa dilihat dari aktivitas yang sering kamu lakukan dengan antusias. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan kuliah juga lebih nyaman untukmu.

Minat ini nantinya juga akan membantu menjaga motivasimu selama kuliah. Meski tidak selalu mudah, proses belajar terasa lebih bermakna. Dengan mengetahui minat dan ketertarikan ini, kamu bisa lebih paham tentang jurusan yang akan kamu ambil.

2. Mengidentifikasi kekuatan diri

ilustrasi wanita belajar (pexels.com/Monstera Production)

Setiap orang tentunya memiliki kelebihan yang berbeda. Ada yang kuat di logika, ada pula yang unggul dalam komunikasi. Melalui kekuatan ini kamu bisa gunakan sebagai pertimbangan utama saat memilih jurusan kuliah.

Jika kamu berhasil memilih jurusan kuliah yang sesuai dengan kemampuanmu, proses perkuliahan juga akan terasa lebih seimbang. Tantangan tetap ada, tetapi tidak terasa berlebihan. Hal ini membantu menjaga dan meningkatkan kepercayaan diri.

3. Mencari informasi dari berbagai sumber

ilustrasi bercerita pada teman (pexels.com/Polina Zimmerman)

Jika kamu mulai sedikit bingung, mulailah mencari informasi tentang jurusan yang kamu inginkan dengan berbagai sudut pandang. Kamu bisa mencarinya melalui mahasiswa, alumni, atau sumber resmi yang bisa diakses. Cara ini memberi gambaran yang lebih utuh.

Dengan mengetahui informasi yang lengkap, keputusan yang akan diambil tidak akan membuatmu mudah terpengaruh oleh orang lain. Calon mahasiswa bisa menilai secara objektif. Pilihan pun menjadi lebih personal.

4. Membayangkan proses kuliah

ilustrasi proses pembelajaran (pexels.com/Yan Krukau)

Setelah kamu mengetahui jurusan apa yang ingin kamu ambil, kamu juga harus membayangkan bagaiman proses selama perkuliahan. Mulai dari mata kuliah, tugas, dan sistem belajar perlu dipahami dengan baik. Langkah ini perlu dilakukan untuk membantumu mengukur kesiapan diri.

Jika dirasa prosesnya terasa tidak cocok, tidak masalah dan coba dipikirkan ulang. Kuliah adalah perjalanan panjang. Oleh karena itu, selama proses sangat penting untuk dipikirkan.

5. Berani berbeda dari lingkungan

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tidak semua pilihan harus sama dengan orang lain. Berani berbeda adalah bukanlah kesalahan tapi merupakan bagian dari mengenal diri sendiri. Perbedaan ini tentunya sedikit membutuhkan keberanian yang besar.

Tapi ingat, pilihan yang sesuai diri sendiri cenderung lebih memuaskan dan lebih nyaman untuk dijalani. Tekanan sosial bisa dihadapi dengan keyakinan. Kamu lah yang menjalani perkuliahan, jadi pikirkan keinginanmu sendiri daripada mengikuti ucapan orang lain.

Menentukan jurusan kuliah adalah keputusan personal. Menghindari ikut-ikutan membantu menemukan pilihan yang tepat. Dengan proses yang sadar, kuliah bisa dijalani dengan lebih nyaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team