Pendidikan sering kali digaungkan sebagai eskalator sosial paling efektif untuk mengentaskan kemiskinan. Setiap Hari Pendidikan Nasional, narasi ini terus diulang layaknya mantra. Namun, realitas di lapangan menunjukkan wajah yang jauh lebih sinis. Alih-alih menjadi ruang yang setara bagi semua orang, institusi pendidikan kini perlahan berubah menjadi instrumen yang melanggengkan kelas sosial.
Ketika biaya pendidikan terus meroket, bangku sekolah dan kampus bertransformasi menjadi barang mewah yang secara sistematis meminggirkan masyarakat kelas bawah.
