Comscore Tracker

Rektor Asing Asal Korea Selatan Pertama di Indonesia

Beliau adalah mantan Rektor Universitas Hankuk di Korsel

Denpasar, IDN Times - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, memperkenalkan rektor asing bernama profesor Jang Youn Cho di Bali, Senin (26/8). Warga asal Korea Selatan tersebut akan memimpin Institut Pendidikan Siber Indonesia.

1. Mahasiswanya diharapkan tidak berasal dari Indonesia, tetapi juga Asia Tenggara, Asia Barat maupun Afrika

Rektor Asing Asal Korea Selatan Pertama di IndonesiaIDN Times/Imam Rosidin

Adanya rektor asing ini, Nasir berharap mampu meningkatkan kualitas mutu pendidikan dan daya saing pendidikan Indonesia di dunia internasional.

“Targetnya adalah meningkatkan mutu menjadi baik dan daya saing di tingkat internasional, harapan saya mahasiswanya tidak hanya dari Indonesia, dan ini bisa ada permintaan dari mahasiswa Asia Tenggara, Asia Barat maupun Afrika. Ini ada permintaan dan bisa jalan,” kata dia disela-sela acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS) 2019 di Sanur, Denpasar, Senin (26/8).

2. Jang Youn Cho merupakan mantan Rektor Universitas Hankuk di Korea Selatan

Rektor Asing Asal Korea Selatan Pertama di IndonesiaANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Ia menjelaskan, Jang Youn Cho pernah mengajar di Amerika Serikat selama 10 tahun. Sebelum ke Indonesia, ia juga pernah menjadi rektor Fakultas siber di Universitas Hankuk, Korea Selatan.

“Di mana universitas siber ini pertama kali di Indonesia yang berbasis pada online, di mana mereka rektor tadi punya pengalaman memimpin satu perguruan tinggi di Hankuk, Korea Selatan dan pernah jadi dosen di Amerika, dan sekarang dia jadi rektor di universitas ini,” jelasnya.

3. Apakah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) akan menyusul?

Rektor Asing Asal Korea Selatan Pertama di IndonesiaUnsplash.com/Vasily Koloda

Nasir menjawab masih memperbaiki peraturannya. Regulasi tersebut diharapkan bisa selesai pada tahun 2020. Penggunaan rektor asing ini menurutnya sebuah kolaborasi untuk meningkatkan dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

“Untuk PTN ini kami lagi perbaiki peraturan-peraturan, ini perlu kita lakukan perbaikan. Nanti baru jalan tahun 2020," katanya.

“Kita jangan risau apa yang pernah sampaikan tentang rektor asing. Mungkin para peneliti dan semua ribut tentang masalah rektor asing. Dianggap kita nanti bangsa inlander di dunia manapun pendidikan di dunia tidak ada perguruan manapun tidak ada yang maju tanpa kolaborasi ini. Ini yang sangat penting," imbuh Nasir.

4. Pemerintah mendatangkan rektor asing ini gunanya untuk menciptakan SDM yang unggul

Rektor Asing Asal Korea Selatan Pertama di IndonesiaIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Sekadar diketahui, Pemerintah ingin segera merealisasikan wacana impor rektor asing dalam waktu dekat. Universitas swasta akan dijadikan sebagai pilot project.

Kepala Staf Presiden, Moeldoko, mengatakan impor rektor asing dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya saing Indonesia secara global. Dia ingin pemerintah bisa menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, satu di antaranya melalui kehadiran rektor asing.

"Alasannya ini dunia competitiveness semakin luar biasa di global. Oleh karena itu maknai kehadiran rektor asing dalam rangka upaya kompetisi global," ujar Moeldoko saat ditemui di Kantor Kementerian PPN, Jakarta, Rabu (14/8) lalu.

5. "Nanti rektor-rektor lokal itu akan malu kalau ada rektor asing"

Rektor Asing Asal Korea Selatan Pertama di IndonesiaUnsplash.com/MD Duran

Moeldoko menegaskan, saat ini tidak ada keinginan lain dari pemerintah perihal impor rektor asing. Diharapkan, kehadiran rektor asing bisa memacu rektor asal Indonesia untuk bisa bersaing meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

"Tidak ada tujuan lain (Dari pemerintah). Tujuannya adalah membangun persaingan global. Nanti rektor-rektor lokal itu kan kalau ada di sebelahnya, maka akan malu kalau ada rektor asing," kata Moeldoko.

Baca Juga: Rektor Bakal Dipecat Jika Diskriminasi Mahasiswa Papua

Topic:

  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya