Rencana pemerintah untuk mengevaluasi dan menutup sejumlah program studi yang dianggap tidak lagi relevan memunculkan kegelisahan baru di kalangan mahasiswa. Banyak yang bertanya-tanya apakah penutupan jurusan berarti mereka harus mencari kampus baru dan memulai kembali proses kuliah? Kekhawatiran itu wajar karena pendidikan tinggi menyangkut biaya besar, waktu panjang, dan rencana studi di masa depan. Ketika status jurusan dipertanyakan, mahasiswa tentu menjadi pihak pertama yang merasa terdampak.
Di tengah ramainya isu jurusan dihapus, penting dipahami bahwa penutupan program studi tidak selalu berarti mahasiswa aktif langsung kehilangan tempat belajar. Dalam sistem pendidikan tinggi, biasanya ada mekanisme transisi untuk melindungi hak mahasiswa yang sedang menempuh studi. Kampus dan pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses akademik tetap berjalan. Karena itu, skenario pindah kampus bukan satu-satunya kemungkinan yang terjadi. Lantas, kalau memang jurusannya dihapus, apakah mahasiswa harus pindah kampus?
