Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nggak Betah Duduk Lama? 6 Jurusan Ini Cocok Buat Kamu
ilustrasi mahasiswa jurusan Kehutanan (vecteezy.com/Saranyoo Chantawong)
  • Artikel membahas enam jurusan kuliah yang cocok bagi mahasiswa yang tidak betah duduk lama dan lebih suka aktivitas praktis serta mobilitas tinggi.
  • Jurusan seperti Antropologi, Tata Boga, Kehutanan, Kelautan, Teknologi Rekayasa, dan Ilmu Forensik menekankan pembelajaran lapangan dan praktik langsung dibanding teori di kelas.
  • Pemilihan jurusan aktif ini membantu mahasiswa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan sekaligus membuka peluang karier menjanjikan di berbagai bidang profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi banyak orang, duduk berjam-jam untuk mendengarkan materi dan mencatat adalah hal yang membosankan. Untungnya, di bangku kuliah, kamu punya kesempatan untuk belajar tanpa harus duduk berjam-jam. Ya, dunia perkuliahan tidak melulu soal teori dan kelas yang panjang. Ada banyak jurusan yang menuntut aktivitas fisik, praktik langsung, hingga mobilitas tinggi sehingga cocok untuk kamu yang tidak betah duduk lama. 

Jika kamu termasuk tipe orang yang lebih suka bergerak, aktif, dan terlibat langsung di lapangan, memilih jurusan kuliah yang tepat sejak awal bisa menjadi kunci agar proses belajar terasa lebih menyenangkan dan bermakna. Di sini, kamu akan diajak melihat apa saja pilihan jurusan kuliah yang memungkinkan kamu belajar tanpa perlu duduk terlalu lama. Dan, tentunya memiliki peluang karier yang menjanjikan di masa depan.

1. Antropologi

ilustrasi kuliah di jurusan Antropologi (unsplash.com/Mugabi Owen)

Antropologi adalah studi tentang manusia dan evolusinya. Selama kuliah di jurusan Antropologi, kamu akan sering melakukan praktik langsung di laboratorium dan lapangan yang berkaitan dengan forensik, etnografi, atau arkeologi. Jika kamu memiliki minat terhadap sejarah dan budaya, serta suka bekerja di luar kelas, kamu mungkin akan cocok dengan jurusan ini.

2. Tata Boga

ilustrasi mahasiswa jurusan Tata Boga (vecteezy.com/Benis Arapovic)

Kalau kamu suka bereksperimen di dapur dan berminat menjalani profesi sebagai koki, tidak ada salahnya mengambil kuliah jurusan Tata Boga. Seperti semua profesi lainnya, koki terbaik di dunia juga menjalani pelatihan yang ketat. Selama menjalani kuliah Tata Boga, kamu akan sering praktik langsung di dapur. Kamu juga akan memiliki akses ke peralatan dan perkakas yang tidak akan kamu temukan di dapur biasa.

3. Kehutanan

ilustrasi mahasiswa jurusan Kehutanan (vecteezy.com/Saranyoo Chantawong)

Selama kuliah di jurusan Kehutanan, kamu akan banyak belajar tentang kayu, pohon, dan ekologi. Ada banyak sekali kampus di Indonesia yang memilki fakultas dan jurusan Kehutanan, sehingga kamu memiliki banyak pilihan. Di bangku perkuliahan, kamu akan lebih banyak menjalani praktik di lapangan alih-alih belajar teori di dalam kelas.

Kamu mungkin juga akan mempelajari tentang perubahan iklim, ekologi, pengelolaan hutan, dan keselamatan. Setelah lulus S1, kamu juga bisa mengambil spesialisasi di bidang-bidang, seperti pengelolaan satwa liar atau ekologi kebakaran. Di kemudian hari, kamu bisa bekerja sebagai konsultan atau rimbawan yang terjun langsung di dalam hutan.

4. Kelautan

ilustrasi mahasiswa jurusan Kelautan (unsplash.com/NOAA)

Jurusan Kelautan atau Oseanografi banyak belajar tentang laut. Selama duduk di bangku kuliah, kamu akan banyak belajar di laboratorium pesisir dan mengeksplorasi unsur-unsur ilmiah laut, ekologi, dan botani laut. Prospek karier di masa depan untuk jurusan ini, meliputi manajer konservasi, asisten laboratorium penelitian, atau manajer organisasi lingkungan.

5. Teknologi Rekayasa

ilustrasi mahasiswa jurusan Teknologi Rekayasa (vecteezy.com/Pichaya Peanpattanangkul)

Jurusan Teknologi Rekayasa berkembang melalui pembelajaran praktis di laboratorium dan lokakarya yang ekstensif. Sebagai mahasiswa jurusan Teknologi Rekayasa, kamu akan menghabiskan sebagian besar waktu di kelas untuk mengoperasikan mesin, seperti mesin bubut, printer 3D, dan peralatan pengelasan untuk membangun prototipe dan menguji desain. Pembelajaran juga menekankan pemecahan masalah perangkat keras secara langsung, merakit komponen, dan melakukan simulasi dunia nyata alih-alih belajar teori di kelas.

6. Ilmu Forensik

ilustrasi mahasiswa jurusan Ilmu Forensik (vecteezy.com/papan saenkutrueang)

Ilmu Forensik menggabungkan studi biologi dan sains dengan hukum pidana dan proses hukum. Jika kamu mengambil jurusan Ilmu Forensik, kamu akan banyak menjalani praktikum dengan detektif, penyelidik TKP, dan profesional hukum. Kamu mungkin bekerja di TKP dan berspesialisasi di bidang, seperti patologi atau toksikologi.

Pada akhirnya, memilih jurusan kuliah bukan hanya soal peluang kerja, tetapi juga tentang kenyamanan dan gaya belajar yang sesuai dengan diri sendiri. Dengan memilih jurusan yang menuntut aktivitas dan mobilitas tinggi, kamu bisa menjalani masa kuliah dengan lebih produktif, menikmati prosesnya, dan mempersiapkan masa depan tanpa harus terjebak duduk terlalu lama di balik meja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team