Ilustrasi misa Paskah (pexels.com/Photo by MasBet Christianto)
Pada perayaan Kamis Putih, gereja Katolik telah menetapkan warna liturgi tertentu. Warna ini digunakan oleh imam dan seluruh petugas misa sepanjang rangkaian ibadat. Selain itu, dekorasi gereja juga disesuaikan dengan warna liturgi tersebut.
Pada hari Kamis Putih, warna liturgi yang digunakan adalah putih. Imam dan petugas misa mengenakan busana berwarna putih yang melambangkan suasana sukacita, terang, kebersihan, dan kedamaian. Dalam tradisi gereja Katolik, warna putih juga memiliki arti kemurnian, kekudusan, kesucian, kebahagiaan, serta kemenangan.
Seluruh dekorasi gereja turut didominasi warna putih. Mulai dari penutup salib, bunga, hingga berbagai ornamen yang menghiasi gereja, semuanya disesuaikan dengan nuansa putih tersebut.
Penggunaan warna liturgi dalam gereja Katolik bukan hanya untuk memperindah tampilan gereja atau menambah kemeriahan perayaan. Lebih dari itu, warna-warna ini memiliki makna teologis yang membantu umat memahami serta menghayati iman mereka.
Tradisi penggunaan warna liturgi telah berlangsung sejak lama dalam perayaan misa dan ibadat lainnya. Warna-warna tersebut menjadi simbol yang menandai berbagai peristiwa penting dalam kehidupan gereja. Penggunaan warna liturgi ini sudah dikenal sejak masa Paus Pius V pada tahun 1570 dan kemudian dipertegas dalam Ordo Missae oleh Paus Paulus VI pada tahun 1969.