Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
9 Kebiasaan Buruk saat Makan yang Perlu Dihilangkan, Nikmat Berkurang
ilustrasi bersantap (pexels.com/Christian Dala)

Semua makhluk hidup butuh makan untuk mempertahankan kehidupannya. Saking kegiatan makan sudah biasa dilakukan 3 kali dalam sehari selama bertahun-tahun, kamu bisa kurang peduli tentang cara makan yang baik. Pokoknya asal perut terisi saja.

Padahal, makan berkaitan dengan pemahaman akan kebutuhan tubuh, bertujuan untuk kesehatan, bahkan ada etikanya. Baik kamu sedang bersantap bersama orang lain atau sendirian, ada hal-hal yang mesti dijaga. Kebiasaan kurang baik seperti di bawah ini harus diubah sebelum kamu memanen akibat buruknya.

1. Makan tidak teratur

ilustrasi bersantap (pexels.com/Mikhail Nilov)

Sesibuk apa pun kamu, sempatkan buat makan di jam yang kurang lebih sama. Jangan terlalu sering waktu makanmu berubah-ubah. Tubuh memang bisa beradaptasi, tetapi keteraturan lebih disukai. Bila jam makan berantakan pasti dirimu sering mengalami masalah pencernaan.

2. Makan asal enak atau kenyang

ilustrasi semangkuk makanan (pexels.com/thecactusena)

Lidah dan perut gak boleh terlampau dimanjakan sampai kesehatan malah gak dipedulikan. Enak di lidah belum tentu baik untuk kesehatan. Sementara makan hingga perut kekenyangan juga hanya menimbulkan rasa tersiksa. Sampai kamu mau bergerak saja susah. Berhenti makan sebelum perut terlampau kenyang merupakan tindakan yang bijak.

3. Kecap ketika makan

ilustrasi makan di warteg (pexels.com/rakhmat suwandi)

Bukan kecap teman saus, ya. Kecap di sini berarti mengeluarkan suara mengunyah berulang-ulang selama kamu makan. Ini terjadi karena dirimu mengunyah dengan mulut membuka dan menutup bergantian. Kalau kamu menutup mulut selama mengunyah pasti gak ada suara kecap yang bisa bikin orang risi.

4. Makan sampai kekenyangan

ilustrasi bersantap (pexels.com/Keegan Checks)

Memang terkadang kalau makan belum kenyang betul rasanya kurang puas. Apalagi kamu berhadapan dengan menu favorit. Pasti jadi ingin terus menambah. Namun, makan sampai kekenyangan hanya akan berujung sakit perut dan menghambat aktivitas. Jika kebiasaan ini diteruskan, lonjakan berat badan dapat terjadi sebab makan terlalu banyak.

5. Makan sambil mencela menu

ilustrasi bersantap (pexels.com/Ivan S)

Barangkali kamu juga kurang menyadari kebiasaan ini. Ketika dirimu makan tidak hanya fokus menikmati menu. Ada saja hal-hal terkait hidangan yang dicela sambil kamu tetap menyuap.

Masakan kurang ini dan itu. Berpendapat tentang hidangan tentu boleh saja. Akan tetapi, sebaiknya nanti kalau kegiatan makan sudah selesai. Pun jangan berlebihan sampai seakan-akan kamu gak mensyukuri hidangan tersebut.

6. Picky eater

ilustrasi bersantap (pexels.com/Nadin Sh)

Picky eater adalah kebiasaan sangat pemilih dalam hal makan. Sayangnya, bukan memilih menu yang sehat. Namun, lebih pada memilih hanya jenis makanan yang disukai. Kamu juga sama sekali tak fleksibel soal alternatif sajian. Selain soal makan saja menjadi repot sekali, picky eater dapat membuatmu gak memperoleh beberapa nutrisi yang dibutuhkan.

7. Makan terlalu cepat atau lambat

ilustrasi bersantap (pexels.com/RDNE Stock project)

Lagi makan atau balapan, sih? Makan yang terlalu cepat kerap dikaitkan dengan sifat cekatan. Termasuk dalam bekerja. Akan tetapi, hati-hati ada bahaya tersedak yang bisa berakibat fatal.

Kalaupun kamu gak sampai tersedak, makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan lebih sulit dicerna. Sementara terlampau pelan ketika makan bakal membuatnya tak selesai-selesai. Masih mending jika dirimu bersantap di rumah. Kalau di rumah makan, kasihan pengunjung lain yang ingin bergantian makan di tempat.

8. Tidak habis setiap makan

ilustrasi bersantap (pexels.com/Michael Burrows)

Makan gak habis masih dapat dimaklumi kalau kamu lagi tak enak badan. Akan tetapi, di luar itu habiskan makanan yang diambil sendiri. Jangan pula sengaja tidak menghabiskan makanan hanya karena takut dirimu dianggap sedang kelaparan atau rakus.

9. Makanan yang sudah digigit dikembalikan ke piring saji

ilustrasi bersantap (pexels.com/cottonbro studio)

Jika kamu tinggal sendiri dan semua makanan di piring dipastikan cuma bakal dinikmati olehmu tentu terserah saja. Namun, jangan pernah melakukan tindakan seperti di atas bila ada orang lain yang hendak memakannya juga. Ambil piring kecil atau tisu buat menaruh makanan yang sudah digigit olehmu untuk dimakan lagi nanti.

Mengubah kebiasaan memang bisa gak gampang. Apalagi kebiasaan makan yang telah terbangun sejak lama. Namun, jika dirimu paham akibat buruknya tentu akan lebih mudah membulatkan tekad untuk berubah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy