Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kesalahan yang Harus Kamu Lakukan di Masa Muda, Sudah Tahu?
ilustrasi seseorang (unsplash.com/Nima Motaghian Nejad)

Katanya, masa muda itu adalah masa yang paling indah. Tapi, kenapa kamu malah salah langkah? Entah terjebak pada pertemanan yang toxic, membuang-buang waktu, atau membuat keputusan yang terkesan tergesa-gesa.

Tenang, kamu tidak sendirian kok. Jika kamu merasa bodoh karena kesalahan di masa muda, santai saja. Karena beberapa di antara mereka memang perlu kamu lakukan. Bukan agar kamu menyesal, tapi supaya kamu bisa belajar. Berikut adalah lima kesalahan yang mengantarkanmu pada kedewasaan.

1. Tidak berani ambil kesempatan karena takut gagal

ilustrasi seseorang(pexels.com/Maksim Goncharenok)

Kamu seolah menutup mata saat peluang datang. Bukan, bukan tidak tertarik, tapi kamu takut akan kegagalan. Kamu memilih diam saja. Sampai kemudian kesempatan itu berlalu dengan begitu saja.

Usai waktu berjalan, kamu mulai berpikir, kenapa dulu tidak mencoba saja, barangkali ceritanya berbeda. Tapi, waktu tidak bisa diputar kembali. Kamu hanya merenungi apa yang telah terjadi, sembari memetik satu pelajaran berharga, kalau kesempatan itu jangan dilewatkan.

2. Mengambil keputusan secara tergesa-tergesa

ilustrasi seseorang (unsplash.com/Marcel Strauß)

Namanya juga anak muda, kamu tidak pertimbangkan banyak hal. Kamu lihat barang mahal, tanpa pikir panjang langsung cus beli. Padahal kan, itu sesuatu yang tidak kamu butuhkan. Bahkan kesannya hanya buat dipamerkan saja. Sisanya? Hanya jadi pajangan yang tidak begitu berguna.

Namun, di saat seperti itulah kamu paham. Kalau setiap keputusan itu ada konsekuensinya. Ada dampak yang diberikan padamu. Terlepas bentuknya keuntungan atau kerugian. Kembali lagi padamu, sejauh mana kamu perhitungkan keputusan itu sebelum kamu mengambilnya.

3. Buang-buang waktu pada hal tidak penting

ilustrasi seseorang (unsplash.com/abdullah ali)

Asyik memang, nongki di kafe estetis bin fancy abis, sambil cekikian sama teman-teman. Tapi kalau kamu lakukan itu setiap hari, apa yang kemudian kamu dapatkan? Nampaknya hanya penyesalan karena sudah membuang-buang waktu.

Kalau kamu pernah alami fase itu, maka bersyukurlah. Karena itu jadi bukti nyata, kalau masa muda itu memang melenakan. Membuatmu dibuncah fana, sampai kamu merasa kalau kamu berhak melakukan apapun sesuka yang kamu mau.

Tapi, setelah itu berakhir, kamu langsung terbangun dari mimpi indahmu. Kamu sadar, kamu harus berbenah sekarang juga. Sebelum segala sesuatunya terlambat. Sebelum kamu makin jauh dari jalur kemenangan yang kamu dambakan itu.

4. Terlalu menaruh kepercayaan

ilustrasi seseorang (unsplash.com/Ruben Valenzuela)

Kepercayaan itu mahal harganya. Tapi sayangnya, masi ada saja orang di luar sana yang meremehkannya. Atau bahkan tidak mengngapnya ada, sehingga tega untuk berkhianat padamu.

Iya, tidak menutup kemungkinan di masa mudamu kamu temui orang-orang semacam itu. Sebuah kesalahan yang fatal memang, tapi satu hikmah berharga yang kamu dapatkan. Bahwa tidak boleh sembarang menaruh kepercayaan, wajib jeli dan hati-hati, agar tidak terjurmus jebakan lagi.

5. Pura-pura kalau baik-baik saja, padahal tidak

ilustrasi seseorang (unsplash.com/Den Sev)

Kamu tersenyum ke orang-orang, tapi hatimu tengah sakit. Kamu berpura-pura, seolah-olahnya semuanya baik-baik saja. Padahal kacau balau. Di masa muda, kamu mungkin berpikir harus kuat selalu, tidak boleh terlihat lemah, apalagi melontarkan kalimat-kalimat keluhan.

Tapi, kalau kamu memendam hal itu secara terus menerus, yang adalah kamu lelah mental dan emosional. Kebablasan kamu malah drop duluan. Nah, itulah kuncinya. Kamu jadi paham, kalau jujur itu tidak hanya sama orang lain, melainkan juga kepada diri sendiri. Jika kamu butuh istirahat, jangan sungkan. Lakukan saja. Sayangi dan cintai dirimu sebagaimana mestinya.

Hidup itu adalah perjalanan. Kamu boleh tersandung, tertatih, atau jatuh, asalkan mau berdiri lagi. Kesalahan merupakan tanjakan yang memaksamu untuk menarik napas lebih dalam, agar kamu dapat menggapai puncak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy