Di tengah gaya hidup yang makin cepat, cara orang mengonsumsi buku ikut berubah. Kalau dulu membaca identik dengan duduk tenang sambil membuka halaman demi halaman, sekarang banyak yang beralih ke audiobook karena bisa didengar sambil melakukan aktivitas lain.
Di sisi lain, e-reader seperti Kindle tetap jadi pilihan buat pembaca yang ingin fokus penuh tanpa distraksi layar ponsel. Pertanyaannya kemudian bukan lagi soal mana yang lebih praktis, tapi mana yang lebih “nempel” ke otak. Jawabannya ternyata nggak sesederhana hitam-putih, karena sangat bergantung pada cara otak memproses informasi.
