Ilustrasi Ka'bah (pexels.com/mutahir-jamil-3609907)
"Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, 'Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang i'tikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud!'" (QS. Al-Baqarah Ayat 125).
Dalam buku Sejarah Mekah, ada juga kutipan dari Al-Qurthubi yang menegaskan bahwa menisbatkan rumah atau Ka'bah kepada Diri-Nya sendiri adalah dalam rangka mengagungkan serta memuliakan Allah, yaitu nisbatnya makhluk kepada sang Pencipta.
- Al-Bait al-Haram (rumah suci)
"Allah telah menjadikan Ka‘bah rumah suci tempat manusia berkumpul. Demikian pula bulan haram, hadyu, dan qala'id. Yang demikian itu agar kamu mengetahui, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu," (QS. Al-Ma'idah Ayat 97).
Menurut Ibn Jauzi, seperti yang dikutip dari buku Sejarah Mekah, Ka'bah dinamakan juga dengan 'Haram.' Ini karena adanya larangan untuk berburu dan mencabut pepohonan di dalamnya, sehingga kesuciannya pun akan terjaga dan meliputi seluruh tanah suci.