IDN Times Xplore/Pena Senja_SMAIT Bina Insani
Seiring berjalannya waktu, tumpukan sampah semakin berlimpah. Karena banyaknya penggunaan bahan-bahan instan dengan bungkus plastik yang berlebih di masyarakat Indonesia. Efeknya adalah dengan banyak bencana disebabkan oleh sampah yang tidak dikelola secara baik, seperti: banjir, laut yang tercemar, dan sebagainya.
Berdasarkan data jumlah produksi sampah harian di wilayah Kab. Serang sudah mencapai angka yang fantastis: 1.290 ton per hari. Angka ini didominasi oleh sampah rumah tangga, menunjukkan bahwa masalah mendalam yang ada di masyarakat. Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Serang menunjukkan angka survey yang jauh dari kata ideal. Menunjukkan hanya sekitar 400 ton sampah yang bisa terangkut dan dikelola setiap harinya. Kab. Serang termasuk peringkat ketiga sampah paling banyak di daerah Banten. (Sumber: Kompasiana.com)
Namun, kondisi pemuda saat ini mulai kurang peka terhadap lingkungan, akibat teknologi yang sudah menyita perhatian mereka dengan lebih banyak menyajikan hal-hal kurang bermanfaat. Edukasi tentang pengelolaan sampah juga masih sangat minim, sehingga penambahan penumpukan sampah yang semakin berlimpah setiap tahunnya. Di mana pemuda saat ini?
Banyaknya sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik menimbulkan berbagai dampak negatif. Salah satunya adalah tercemarnya laut yang mengakibatkan biota laut banyak yang punah, rusaknya ekosistem yang ada di bumi akibat pencemaran yang sangat tinggi. Karena sampah plastik yang sulit terurai hingga bertahun-tahun menjadi penyebab rusaknya ekosistem tanah, menurunkan tingkat kesuburan, serta meningkatkan risiko bencana seperti tanah longsor dan lainnya.
Berdasarkan data tersebut, para pemuda seharusnya dapat mengambil peran dan memberikan kontribusi untuk menyelamatkan bumi. Dengan adanya edukasi dari berbagai sumber. Dapat menggunakan teknologi yang membahas tentang cara menjaga bumi dan hal-hal positif, agar masyarakat lebih peduli untuk bersama-sama merawat bumi, serta menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Contohnya dengan membawa botol minum (tumbler) dari rumah untuk mengurangi sampah botol plastik yang dapat mencemari lingkungan.
Dengan kolaborasi edukasi, teknologi, dan aksi nyata. Diharapkan generasi muda dapat menyelamatkan bumi serta menjadikan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Hal ini akan menjadikan Kab. Serang dan Indonesia bebas dari tumpukan sampah yang saat ini menjadi urutan kedua terbanyak di Asia Tenggara, serta menjadi peluang yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. (Sumber: Kompas.com)