Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Novel Fantasi tentang Balas Dendam yang Gelap dan Memikat
buku Katabasis (goodreads.com) | buku Dawn of the Firebird (sarahmughalrana.net) | buku When They Burned the Butterfly (macmillan.com)
  • Lima novel fantasi ini mengangkat tema balas dendam yang gelap, memadukan sihir, politik, dan konflik batin yang intens di dunia penuh intrik serta dilema moral.
  • Setiap cerita menampilkan tokoh utama dengan luka masa lalu mendalam, menghadapi pilihan sulit antara membalas dendam atau menyelamatkan sesuatu yang lebih besar.
  • Dari penyamaran ksatria hingga perjalanan ke Neraka, kelima kisah ini menawarkan atmosfer kelam, karakter kompleks, dan ketegangan emosional yang memikat pembaca muda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tema balas dendam selalu punya daya tarik tersendiri dalam dunia fantasi. Ketika rasa kehilangan, pengkhianatan, dan ambisi bercampur dengan sihir serta intrik politik, hasilnya sering kali jadi cerita yang intens dan sulit dilepaskan. Apalagi jika tokohnya harus memilih antara membalas luka lama atau menyelamatkan masa depan yang lebih besar.

Kalau kamu suka novel fantasi dengan suasana kelam, karakter kompleks, dan konflik moral yang bikin dilema, daftar ini wajib masuk wishlist. Lima buku berikut menghadirkan kisah dendam yang gelap, penuh kejutan, dan pastinya memikat dari halaman pertama.

1. Traitors of the Black Crown – Cate Pearce

buku Traitors of the Black Crown (waterstones.com)

Raena Schinen hidup dalam bayang-bayang dendam sejak keluarganya dibantai oleh pasukan Ratu. Demi bertahan, ia menyamar sebagai ksatria pria bernama Sir Rowan, menyusun rencana untuk membunuh sang Ratu suatu hari nanti. Namun tepat sebelum rencananya terlaksana, ia justru diasingkan dan dipaksa mengabdi pada Duchess Aven Colby di negeri asing.

Dari sinilah cerita berkembang ke arah yang tak terduga. Di tengah intrik politik dan ancaman invasi terhadap tanah kelahirannya, Raena mulai mempertanyakan prioritasnya. Apakah membalas kematian orang-orang tercinta lebih penting daripada menyelamatkan ribuan nyawa yang masih hidup? Hubungan yang tumbuh antara Raena dan Aven pun membuat konflik emosional semakin rumit. Novel ini menyuguhkan fantasi epik dengan sentuhan romansa.

2. When They Burned the Butterfly – Wen-yi Lee

buku When They Burned the Butterfly (macmillan.com)

Berlatar Singapura pascakolonial, Adeline Siow percaya bahwa kemampuannya memanggil api adalah sesuatu yang unik. Namun setelah kebakaran misterius menewaskan ibunya, ia menemukan fakta mengejutkan tentang kelompok rahasia bernama Red Butterfly. Kelompok ini terdiri dari perempuan-perempuan berbahaya yang membalas dendam kepada pria-pria kejam atas nama dewi api.

Saat Adeline menyadari ibunya memiliki hubungan dengan geng tersebut, ia terseret lebih dalam ke dunia sihir gelap. Bersama Ang Tian yang karismatik namun misterius, Adeline berusaha mengungkap siapa dalang di balik kematian ibunya. Novel ini menggambarkan atmosfer kota yang suram dengan kuat. Setiap halaman terasa panas, seperti api yang siap melahap segalanya.

3. Dawn of the Firebird – Sarah Mughal Rana

buku Dawn of the Firebird (sarahmughalrana.net)

Ketika sang kaisar dan keluarganya dibantai, Khamilla Zahr-zad menjadi satu-satunya pewaris yang tersisa. Demi bertahan hidup, ia menyembunyikan identitasnya dan menyusup ke sekolah militer milik musuh. Dengan kemampuan sihir yang ia miliki, Khamilla bertekad menjadi cukup kuat untuk membalas kehancuran bangsanya.

Namun semakin dalam ia mempelajari budaya dan sejarah musuh, semakin kabur pula batas antara benar dan salah. Dendam yang awalnya terasa jelas mulai dipertanyakan. Apakah semua pihak memang sepenuhnya jahat, atau ada kebenaran yang selama ini tersembunyi? Novel ini tidak hanya menyuguhkan aksi menegangkan, tetapi juga pertanyaan tentang makna keadilan.

4. The Book of Blood and Roses – Annie Summerlee

buku The Book of Blood and Roses (goodreads.com)

Rebecca menjalani kehidupan ganda sebagai mahasiswa biasa sekaligus pemburu vampir rahasia. Ia terobsesi menemukan buku kuno yang diyakini menyimpan cara untuk membunuh vampir yang telah membantai orang tuanya. Hidupnya yang penuh misi balas dendam tiba-tiba berubah ketika ia harus berbagi kamar dengan Aliz, vampir yang justru menyelamatkannya dari serangan.

Situasi makin rumit ketika sebuah insiden membuat Rebecca terikat secara magis dengan Aliz. Kini, untuk memutus ikatan tersebut, mereka harus bekerja sama dan semakin dekat satu sama lain. Di sinilah dendam mulai berbenturan dengan perasaan yang tumbuh diam-diam. Novel ini menghadirkan fantasi paranormal dengan dinamika hubungan yang penuh ketegangan emosional.

5. Katabasis – R. F. Kuang

buku Katabasis (goodreads.com)

Alice Law dan Peter Murdoch adalah mahasiswa pascasarjana yang bersaing sengit di Cambridge. Keduanya memiliki satu tujuan yang sama yakni menyelamatkan profesor mereka dari Neraka. Di balik alasan akademis dan ambisi karier, tersimpan motif pribadi yang jauh lebih gelap, termasuk rasa dendam dan kebutuhan akan pengakuan.

Perjalanan mereka ke Neraka bukan sekadar petualangan magis, tetapi juga ujian moral dan mental. Mereka harus menghadapi makhluk mengerikan, rahasia kelam, serta ego masing-masing. Novel ini menawarkan perpaduan antara dunia akademis dan mitologi gelap yang unik.

Kelima novel fantasi ini membuktikan bahwa balas dendam bisa menjadi bahan bakar cerita yang kuat, apalagi jika dibalut dengan sihir, politik, dan konflik batin yang kompleks. Jadi, dari lima novel fantasi tentang balas dendam yang gelap dan memikat ini, mana yang paling ingin kamu baca lebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team