ilustrasi perempuan muslimah bekerja (freepik.com/senivpetro)
Perilaku terpuji yang satu ini memiliki dua fungsi penting. Merujuk buku Ayo Belajar Agama Islam untuk Kelas IX oleh Nasikin, Nucholis, dan Mafrukhi (2007), berikut kedua fungsi qana'ah:
Sifat qana'ah mampu membuat kehidupan seseorang menjadi stabil. Mengapa? Ketika kita rida dan merasa puas akan segala ketentuan Allah yang terjadi dalam hidup, hati terasa lebih tenang.
Di saat orang lain memiliki sesuatu yang lebih, kita tidak merasa iri ataupun dengki. Di saat tidak mendapatkan yang diinginkan, kita tidak uring-uringan dan berusaha tabah. Dan di saat diberi kecukupan, kita tidak serakah maupun tamak.
Orang yang serba cukup belum tentu merasa tenang. Sebagai contoh, seseorang yang kaya kerap dihantui perasaan takut karena sewaktu-waktu orang bisa mencuri hartanya. Oleh karena itu, qana'ah mampu membuat kita merasa kaya sekalipun secara fisik, kita kekurangan.
"Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya kemewahan dunia (harta). Akan tetapi, kekayaan (yang hakiki) adalah kekayaan (kecukupan) dalam jiwa (hati)." (HR. Bukhari, no. 6081 dan Muslim, no. 120).
Saat rida dengan pemberian Allah, secara tidak langsung kita telah memercayai bahwa takdir-Nya adalah yang terbaik. Dalam hal ini, sifat qana'ah mampu mendorong seorang individu untuk senantiasa berharap hanya kepada Sang Pencipta.
Pada kenyataannya, memang hanya Allah-lah yang mampu menolong kita. Dialah yang menciptakan rezeki dan berkuasa penuh dalam mengaturnya. Oleh sebab itu, sudah sepatutnya setiap manusia berharap kepada-Nya.
Akan tetapi, bukan berarti kita hanya sekadar berdoa dan berharap saja, ya! Seseorang yang qana'ah akan tetap berikhtiar. Masalah apakah usahanya membuahkan hasil yang sesuai keinginannya atau tidak, ia akan tetap menerimanya dengan lapang dada.