Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
mahasiswa
ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Intinya sih...

  • Tergantung jurusannya ada atau tidak di kota asal

  • Cek juga akreditasi kampus serta kualitas lulusannya

  • Penting dipertimbangkan bila tujuan merantau juga untuk pembentukan karakter

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat kamu akan berkuliah banyak hal harus dipikirkan. Satu sisi, dirimu mesti memikirkan jurusan yang diminati sekaligus peluang diterimanya besar. Di sisi lain, kamu kudu memutuskan akan berkuliah di luar kota atau dalam kota saja.

Keputusan ini bisa gak sederhana apabila antara dirimu dengan orangtua berbeda keinginan. Kalian tetap harus berdiskusi. Gak usah pakai ngambek seandainya keinginanmu tidak dapat dipenuhi oleh orangtua.

Kamu mesti mampu berpikir jernih. Kira-kira kuliah jauh-jauh di luar kota worth it atau tidak? Kalau hasilnya gak sepadan tentu mending di dalam kota saja. Sebagai bahan pemikiran serta diskusimu dengan orangtua, baca ulasan berikut.

1. Tergantung jurusannya ada atau tidak di kota asal

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Mikhail Nilov)

Hal pertama yang mesti dipikirkan ialah tentang jurusan kuliah yang diinginkan. Bila di kotamu ada kampus dengan jurusan tersebut, kenapa mesti jauh-jauh ke luar kota segala? Kalau kamu mengambil kampus dalam kota saja, dalam banyak hal akan lebih mudah.

Dirimu tak perlu bolak-balik ke kampus luar kota sekalipun sebagian prosesnya sudah online. Kamu juga paham betul tingkat persaingan di kampus dalam kota. Setelah dirimu resmi diterima pun gak butuh ngekos.

Sampai kelak kamu menjadi sarjana, biaya dapat terpangkas cukup signifikan. Lain dengan apabila jurusannya memang tak tersedia di kotamu. Mau tidak mau dirimu kudu mencari kampus di luar kota.

2. Cek juga akreditasi kampus serta kualitas lulusannya

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Julia M Cameron)

Andai pun jurusan yang diinginkan tersedia di kampus dalam kota, kamu perlu mempertimbangkan akreditasinya. Jangan hanya asal masuk tanpa mengetahui hal tersebut. Akreditasi yang kurang bagus akan sangat terasa setelah dirimu menjadi mahasiswa.

Fasilitas kampus termasuk tenaga pengajarnya kurang. Proses studimu dapat terkendala. Apalagi ketika waktumu mengerjakan skripsi. Prosesnya bisa molor bukan lantaran kamu malas mengerjakannya.

Namun, perbandingan antara dosen pembimbing dengan mahasiswa yang harus dibimbing sangat tidak seimbang. Akibatnya, antrean mahasiswa yang ingin lulus panjang sekali. Dosen bisa kewalahan serta kurang fokus dalam membantu mahasiswa agar lulus tepat waktu.

Akreditasi kampus juga dapat menjadi bahan pertimbangan berbagai perusahaan ketika melakukan proses seleksi kerja. Dirimu sebaiknya mencari tahu mayoritas lulusannya gampang atau sulit mendapatkan pekerjaan. Kalau ada kenalan yang pernah kuliah di sana bisa menjadi tempat bertanya.

3. Penting dipertimbangkan bila tujuan merantau juga untuk pembentukan karakter

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Di balik biaya kuliah plus hidup di luar kota yang berlipat-lipat dibandingkan di dalam kota, ada manfaat lain. Kalau sejak awal dirimu meniatkan merantau buat membentuk karakter, uang yang dikeluarkan orangtua akan sepadan. Kamu menempa diri untuk menjadi lebih mandiri.

Juga punya rasa tanggung jawab yang tinggi atas kehidupanmu di sana. Lumayan 3 sampai 4 tahun menjadi mahasiswa di kota orang untuk memantapkan berbagai karakter positif itu. Hasilnya dapat tampak nyata ketika kamu melamar pekerjaan.

Dirimu terlihat lebih matang serta siap memegang tanggung jawab yang lebih besar terkait pekerjaan. Kamu sehabis kuliah empat tahun di luar kota, pulang-pulang seperti pribadi yang berbeda dalam arti positif.

4. Masih oke asal harga kos-kosan gak terlalu mahal

ilustrasi mahasiswa di kos-kosan (pexels.com/Andrew Neel)

Kalau kamu mau kuliah di luar kota worth it, pandai-pandai memilih tempat kos. Jangan cuma mengejar kenyamanan apalagi sisi estetikanya tanpa menghitung biaya. Uang kuliah saja sudah gak murah.

Bila itu masih ditambah uang kos yang mahal sekali, belum tentu hasil studimu sebanding. Misalnya, uang kosmu 2 juta rupiah per bulan. Itu belum termasuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Selama empat tahun, orangtua mengeluarkan banyak sekali uang buat menguliahkanmu. Namun, asal kamu mau tinggal di kos-kosan yang lebih sederhana, keputusan kuliah di luar kota masih sepadan. Buat tempat kos tersebut lebih nyaman dengan dirimu menjaga kebersihannya dan beradaptasi dengan lingkungan.

5. Gak sepadan jika ikut-ikutan, gaya-gayaan, atau cari kebebasan

ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ketiga hal di atas akan membuatmu tidak serius dalam menimba ilmu. Fokusmu jauh-jauh merantau bukan untuk belajar. Akan tetapi, dirimu justru terlalu terpengaruh hal-hal di luar sana. Seperti kamu sekadar meniru teman-teman yang kuliah di luar kota.

Atau, supaya kamu tampak lebih keren di mata kawan-kawan yang kuliah di kampus lokal saja. Makin kacau seandainya dirimu sengaja kuliah jauh demi mencari kebebasan. Kebebasan yang diimpikan justru dapat membuat kuliahmu berantakan.

Luruskan niat dulu dalam berkuliah supaya di mana pun kampusnya, hasilnya bakal baik. Sayang sekali kalau kamu diterima di kampus luar kota yang mentereng, tapi niat awal yang negatif malah merusak masa depan. Semangatmu dalam belajar harus menjadi nomor satu.

6. Juga kurang maksimal bila lulus kuliah langsung pulang kampung

ilustrasi wisuda (pexels.com/Vantha Thang)

Kecuali, dirimu pulang ke kampung halaman dengan rencana jelas dan tekad kuat membangunnya berbekal ilmumu. Itu bagus sekali. Studimu sekian tahun di kota orang akan bemanfaat nyata buat masyarakat luas.

Akan tetapi, jika kamu pulang semata-mata karena bingung mau ngapain, ini bikin kuliah di luar kota gak worth it. Dengan dirimu bingung dan memutuskan pulang adalah tanda kamu bahkan gak punya rencana masa depan. Kemauanmu juga cenderung lemah.

Boleh jadi antara kamu berkuliah di luar kota atau sama sekali gak kuliah menjadi kurang ada perbedaannya. Supaya kuliah di luar kota worth it, bulatkan tekadmu buat mendapatkan kerja sekalian setelah lulus. Karakter positif yang dibangun selama jadi anak kos tak memudar gara-gara kamu langsung balik ke rumah orangtua. Justru karakter itu tambah kuat ketika dirimu mulai bekerja.

Kuliah di luar kota mesti diniatkan untuk kebaikan. Kamu wajib bersungguh-sungguh membangun masa depan. Bukan sekadar menjalankan kewajiban dalam keluarga untuk minimal punya gelar sarjana. Bila sekadar gelar, berkuliah di kampus mana pun juga bisa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team