Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Aman Berkendara saat Berpuasa agar Tetap Fokus di Jalan
ilustrasi naik motor matic (pexels.com/Tiwi Riders)

Bulan Ramadan sering kali mengubah rutinitas harian, termasuk pola tidur dan energi tubuh. Perubahan ini tanpa disadari juga memengaruhi konsentrasi saat berkendara, terutama bagi mereka yang tetap beraktivitas seperti biasa. Oleh karena itu, menjaga keselamatan di jalan menjadi hal yang tidak boleh dianggap sepele.

Banyak orang merasa tetap kuat berpuasa sehingga menganggap kondisi tubuhnya sama seperti hari biasa. Padahal, tubuh sedang beradaptasi tanpa asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Kesadaran akan kondisi fisik menjadi kunci utama agar perjalanan tetap aman hingga sampai tujuan.

1. Pastikan tubuh cukup istirahat sebelum berkendara

ilustrasi tidur (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kurang tidur menjadi salah satu penyebab utama menurunnya fokus saat mengemudi di bulan Ramadan. Jadwal sahur yang lebih pagi sering membuat waktu istirahat berkurang tanpa disadari. Jika dipaksakan berkendara dalam kondisi mengantuk, risiko kecelakaan tentu meningkat.

Usahakan tetap menjaga durasi tidur minimal enam hingga tujuh jam setiap hari. Jika malam hari kurang tidur, sempatkan power nap selama 20 sampai 30 menit sebelum beraktivitas. Tubuh yang segar membantu refleks tetap cepat saat menghadapi situasi di jalan.

2. Hindari berkendara saat kondisi tubuh terlalu lemas

ilustrasi malas (pexels.com/cottonbro studio)

Menjelang waktu berbuka biasanya energi tubuh berada di titik terendah. Rasa lapar, haus, dan lelah bisa memicu emosi serta menurunkan konsentrasi berkendara. Banyak kecelakaan justru terjadi pada jam-jam kritis menjelang berbuka puasa.

Jika memungkinkan, atur jadwal perjalanan di luar waktu tersebut. Namun jika harus tetap berkendara, kurangi kecepatan dan jaga jarak aman dengan kendaraan lain. Mengemudi dengan ritme lebih tenang membantu tubuh tetap stabil meski energi menurun.

3. Perhatikan asupan makanan saat sahur

ilustrasi makan (pexels.com/Rachel Claire)

Apa yang dikonsumsi saat sahur sangat memengaruhi kondisi tubuh sepanjang hari. Makanan tinggi gula atau terlalu berminyak memang terasa mengenyangkan, tetapi sering membuat tubuh cepat lemas. Akibatnya, fokus berkendara pun ikut menurun.

Pilih makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, protein, serta serat agar energi bertahan lebih lama. Jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. Kondisi tubuh yang terhidrasi baik membantu menjaga konsentrasi di perjalanan.

4. Kendalikan emosi dan tetap sabar di jalan

ilustrasi mengendarai mobil (pexels.com/Tobi)

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih pengendalian diri. Saat berkendara, emosi yang tidak stabil bisa memicu perilaku agresif seperti membunyikan klakson berlebihan atau menyalip secara berbahaya. Situasi ini tentu meningkatkan risiko kecelakaan.

Biasakan menarik napas dalam ketika menghadapi kemacetan atau pengendara lain yang kurang tertib. Fokuskan pikiran pada tujuan perjalanan, bukan pada hal yang memancing emosi. Berkendara dengan sikap tenang membuat perjalanan terasa lebih aman dan nyaman.

5. Siapkan kondisi kendaraan sebelum perjalanan

ilustrasi memeriksa ban (pexels.com/Sir Lodi)

Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada pengemudi, tetapi juga pada kondisi kendaraan. Rem, lampu, ban, serta bahan bakar perlu dipastikan dalam kondisi optimal sebelum digunakan. Kendaraan yang tidak prima dapat memperbesar risiko masalah di tengah perjalanan.

Lakukan pengecekan sederhana sebelum berangkat, terutama jika perjalanan cukup jauh. Membawa perlengkapan darurat juga menjadi langkah bijak untuk mengantisipasi situasi tak terduga. Persiapan yang matang membuat perjalanan saat berpuasa tetap aman dan terkendali.

Menjalani aktivitas berkendara saat berpuasa sebenarnya tetap aman selama dilakukan dengan kesadaran penuh terhadap kondisi tubuh dan lingkungan sekitar. Puasa seharusnya menjadi momen untuk lebih berhati-hati, bukan justru lengah karena merasa terburu-buru. Dengan menerapkan tips di atas, perjalanan selama Ramadan dapat tetap nyaman, selamat, dan penuh makna hingga sampai tujuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy