ilustrasi belajar bahasa Jepang (unsplash.com/Gabriel Cox)
Masalah paling sering bukan tidak bisa belajar, tapi berhenti belajar di tengah jalan. Biasanya karena merasa target terlalu tinggi dan tidak sanggup mengejar. Akhirnya muncul rasa malas karena sudah merasa tertinggal. Kalau dibiarkan, kebiasaan belajar bahasa Jeang bisa hilang begitu saja.
Supaya tidak kejadian lagi, kamu bisa tentukan batas minimum harian. Tidak perlu muluk-muluk, yang penting tetap dilakukan. Misalnya cukup baca beberapa kosakata atau satu kalimat. Saat sempat, kamu bisa belajar lebih banyak. Saat sibuk, minimal tetap jalan. Cara ini bikin belajar bahasa Jepang tetap menyenangkan tanpa terasa berat.
Konsisten belajar bahasa Jepang lebih soal cara mengatur kebiasaan. Waktu yang tak banyak bukan halangan kalau strategi yang kamu punya sudah pas. Hasil belajar bahasa asing akan terasa selama dilakukan secara rutin.