Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Cara Mendidik Anak Menjadi Pribadi yang Optimis
ilustrasi anak optimis (pexels.com/Miff Ibra)
  • Orangtua perlu menjadi contoh utama dalam menumbuhkan sikap optimis agar anak belajar melalui teladan positif sejak dini.
  • Pujian, penghargaan, dan cara menegur yang lembut membantu anak memahami kesalahan tanpa kehilangan semangat untuk mencoba lagi.
  • Menceritakan kisah tokoh inspiratif dan membuat anak merasa istimewa dapat memperkuat rasa percaya diri serta menumbuhkan optimisme yang sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Optimis adalah sifat dimana seseorang senantiasa memandang sesuatu dari sisi yang baik. Sifat ini biasanya juga akan memicu timbulnya sikap pantang menyerah, tegar dan kuat dalam menghadapi berbagai problematika hidup.

Nah, tentunya akan baik jika anak memiliki sifat dan sikap yang seperti ini. Anak dengan pribadi yang optimis akan selalu percaya bahwa dirinya melakukan hal baik, sehingga dia tidak takut mencoba dan tidak takut gagal. Sikap optimistik perlu dipelihara sejak dini dengan bantuan kamu sebagai orangtua dan pembimbing perkembangan diri anak. Tapi, gimana sih caranya? Langsung simak aja, yuk!

1. Mulai dari orangtua dulu

ilustrasi orangtua mendampingi anak (pexels.com/Gustavo Fring)

Dalam mendidik anak menjadi pribadi yang optimis, kamu perlu memulai dari dirimu sendiri dulu sebagai orangtua. Berikan contoh bagaimana bersikap optimis dengan menjadi pribadi yang optimis juga.

Pastinya, anak akan mudah belajar dengan mengikuti dan meniru sikap optimis dari orangtuanya. Bagaimana pun, anak-anak membutuhkan role model untuk belajar, karena masa awal pembelajan anak adalah melalui proses imitasi. Dengan memiliki orangtua yang memandang berbagai hal dengan optimis, anak pun dapat terpicu dan terpantik untuk ikut serta menjadi pribadi yang optimis juga.

2. Berikan pujian dan penghargaan

ilustrasi dua anak (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Selalu beri pujian jika anak melakukan sesuatu yang baik. Pujian adalah perkataan yang mungkin terlihat sepele namun sebenarnya sangat penting artinya untuk anak-anak. Dengan memberi pujian, anak bisa bersemangat untuk melakukan hal-hal baik lagi.

Bila perlu, siapkan penghargaan tertentu untuk anak. Misalnya saja dengan membelikan mainan yang anak inginkan atau memasak makanan kesukaan anak ketika mereka mau mengikuti lomba atau kompetesi di sekolah dengan optimis dan semangat.

3. Berikan pengertian

ilustrasi anak perempuan (pexels.com/SAULO LEITE)

Memberi pengertian sangat penting, terutama ketika anak melakukan kesalahan. Jangan bersikap keras pada anak jika kamu ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang optimis. Orangtua tentu sadar bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang sangat manusiawi dan setiap orang pasti pernah melakukan, karena tak ada manusia yang sempurna dan bebas dari kesalahan.

Nah, jika suatu ketika anak melakukan kesalahan juga, sebaiknya tegur dan nasehati dengan lembut, karena belum tentu anak sengaja melakukannya. Ajak anak untuk bicara baik-baik dan ajarkan bahwa yang dilakukannya adalah hal yang kurang baik. Hal ini penting agar kelak dia tak mengulanginya lagi. Sebisa mungkin, hindari penggunaan kata-kata perintah dan kata-kata yang bersifat negatif ketika berbicara atau menasehati anak.

4. Ceritakan dongeng dan kisah tokoh yang hebat

ilustrasi orangtua dan anak (pexels.com/Atlantic Ambience)

Banyak kisah yang dapat kamu ceritakan mengenai sikap optimistik. Kamu bisa mulai dari tokoh mana saja yang selalu pantang menyerah dalam mewujudkan cita-citanya. Tokoh-tokoh penemu merupakan teladan yang bagus untuk diceritakan pada anak sehingga dia akan tahu dan mengerti pentingnya sikap optimisti. Selain itu, cerita tokoh-tokoh penting otomatis juga akan mengajarkan tentang pentingnya punya kemauan kuat dan pantang menyerah.

5. Buat anak merasa istimewa

ilustrasi dua anak perempuan (pexels.com/Alena Darmel)

Jangan pernah sekali-sekali membandingkan anak dengan orang lain, karena hal itu hanya akan menjadikan anak menjadi kurang percaya diri. Setiap anak istimewa, adalah kalimat yang harus kamu tanamkan baik-baik dalam dirimu dan dalam diri anak-anak juga. Jika memang perlu membandingkan, gunakan perbandingan itu hanya untuk membantu anak dalam menumbuhkan sikap kompetitif yang sehat. Tujuannya tentu saja agar anak tidak mudah minder atau takut untuk mencoba sesuatu. Kenali dan temukan bakat yang menonjol pada diri anak untuk membuatnya merasa bangga dan memiliki nilai lebih di mata orang lain.

Sikap optimis tentu perlu dimiliki setiap anak sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan seiring bertambahnya usia. Namun, perlu diingat juga bahwa sikap optimis tidak boleh diterapkan secara berlebihan karena berpotensi membuat anak tidak bisa berpikir realistis dan minim empati.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team