Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ibu dan anak
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Ron Lach)

Intinya sih...

  • Memenuhi kebutuhan nutrisi harian dengan makanan bergizi seimbang.

  • Pastikan anak cukup istirahat dan tidur berkualitas sesuai usia.

  • Ajak anak tetap aktif bergerak meskipun aktivitas luar ruangan terbatas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Musim hujan sering kali membawa perubahan yang cukup besar terhadap kesehatan anak. Suhu udara yang lebih dingin dan kelembapan tinggi dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap serangan virus serta bakteri penyebab penyakit. Tidak jarang, anak mudah terserang flu, batuk, atau gangguan pencernaan ketika daya tahan tubuh menurun.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan anak selama musim hujan perlu menjadi perhatian utama orang tua. Upaya ini tidak hanya membantu mencegah penyakit, tetapi juga memastikan tumbuh kembang anak tetap berjalan optimal. Ada beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan agar daya tahan tubuh anak tetap kuat menghadapi kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Yuk, simak lebih lanjut!

1. Penuhi kebutuhan nutrisi harian

ilustrasi sayuran (pexels.com/cottonbro studio)

Asupan makanan bergizi seimbang merupakan fondasi utama dalam menjaga daya tahan tubuh anak. Buah dan sayur yang kaya vitamin serta mineral dapat membantu sistem imun bekerja lebih optimal. Kandungan vitamin C dari jeruk atau jambu, vitamin A dari wortel, hingga zat besi dari sayuran hijau memiliki peran besar dalam melindungi tubuh dari infeksi. Sementara itu, protein dari ikan, telur, dan kacang-kacangan membantu membangun jaringan tubuh serta mempercepat pemulihan ketika anak mulai menunjukkan gejala sakit.

Tidak hanya jenis makanan, pola makan yang teratur juga penting diperhatikan. Anak yang terbiasa melewatkan sarapan misalnya, cenderung lebih mudah lelah dan sulit berkonsentrasi di sekolah. Dengan menyediakan menu yang bervariasi dan sehat, anak akan lebih bersemangat untuk makan sekaligus mendapat asupan energi yang stabil sepanjang hari. Kebiasaan ini sekaligus membentuk pola hidup sehat sejak dini yang bermanfaat hingga mereka tumbuh dewasa.

2. Pastikan cukup istirahat dan tidur berkualitas

Ilustrasi perempuan yang tertidur (pexels.com/cottonbro studio)

Tidur merupakan proses penting bagi tubuh untuk memulihkan energi dan memperkuat sistem imun. Selama anak tertidur, tubuh memproduksi sel-sel baru yang berfungsi melawan infeksi. Jika waktu tidur berkurang, tubuh menjadi lebih rentan terkena penyakit karena proses regenerasi tidak berjalan maksimal. Anak yang kurang tidur juga biasanya lebih mudah rewel, sulit fokus belajar, dan menunjukkan penurunan kondisi fisik.

Menciptakan kebiasaan tidur yang konsisten sesuai usia anak menjadi langkah yang perlu diperhatikan orang tua. Lingkungan tidur yang tenang, suhu kamar yang nyaman, serta kebiasaan rutin seperti membaca buku sebelum tidur dapat membantu anak lebih mudah terlelap. Dengan kualitas tidur yang baik, tubuh anak akan lebih siap menghadapi tantangan perubahan cuaca yang sering kali tidak menentu di musim hujan.

3. Ajak anak tetap aktif bergerak

ilustrasi bermain bersama anak (pexels.com/Tatiana Syrikova)

Musim hujan memang membuat aktivitas luar ruangan menjadi lebih terbatas, tetapi bukan berarti anak harus sepenuhnya pasif. Gerakan tubuh tetap dibutuhkan agar sirkulasi darah lancar, metabolisme tetap aktif, dan imunitas meningkat. Olahraga ringan dan aktivitas fisik dalam rumah dapat membantu menjaga kebugaran fisik anak sekaligus menciptakan suasana menyenangkan.

Selain memberikan manfaat fisik, aktivitas bergerak juga berdampak positif pada kesehatan mental anak. Rasa senang yang muncul ketika beraktivitas dapat menurunkan tingkat stres yang kerap melemahkan sistem imun. Dengan menyediakan waktu khusus untuk bergerak, anak akan lebih bugar, ceria, dan siap menghadapi musim hujan tanpa kehilangan semangat.

4. Jaga kebersihan diri dan lingkungan

ilustrasi membersihkan rumah (pexels.com/RDNE Stock project)

Musim hujan biasanya meningkatkan risiko penyebaran penyakit karena kelembapan yang tinggi membuat kuman lebih mudah berkembang biak. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, membersihkan kaki setelah bermain, dan mengganti pakaian basah segera setelah kehujanan dapat mencegah kuman masuk ke tubuh. Mengajarkan anak kebiasaan ini sejak kecil membuat mereka lebih terbiasa menjaga kebersihan tanpa harus selalu diingatkan.

Kebersihan lingkungan rumah juga perlu mendapat perhatian serius. Genangan air yang dibiarkan terlalu lama bisa menjadi tempat nyamuk berkembang biak dan memicu penyakit seperti demam berdarah. Selain itu, peralatan makan dan mainan anak juga sebaiknya dibersihkan secara rutin agar terbebas dari bakteri. Dengan lingkungan yang bersih, anak dapat beraktivitas dengan aman dan terhindar dari ancaman penyakit yang sering muncul di musim hujan.

Menjaga daya tahan tubuh anak di musim hujan mencakup kebutuhan nutrisi, kebersihan, istirahat, dan aktivitas fisik. Konsistensi dalam menerapkan keempat tips ini akan membantu membangun sistem imun yang kuat pada anak. Dengan perhatian lebih dari orang tua, anak dapat tetap tumbuh sehat, aktif, dan bersemangat meskipun cuaca sering tidak menentu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team