Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Anak Sulung Biasanya Lebih Tegar, Kamu Pasti Angguk Setuju!
pexels.com/@khoa-vo-2347168

Bagaimana seseorang dididik saat kecil, akan berpengaruh terhadap pembentukan karakternya. Kita sering melihat anak sulung yang tumbuh jadi pribadi yang lebih tegar ketimbang adik-adiknya. Hal itu bisa terjadi karena posisinya sebagai anak sulung menuntut ia bersikap yang kemudian membentuknya jadi orang yang tegar.

Di bawah ini akan dikemukakan beberapa alasan kenapa anak sulung umumnya lebih tahan banting saat menerima cobaan.

1. Terbiasa tak mengeluh

pexels.com/@samantha-garrote-862406

Saat sakit, sedih, marah, atau kecewa, pastilah keinginan untuk berkeluh kesah itu ada. Hanya saja, sebagai anak pertama, ia khawatir bahwa keluhannya itu akan semakin membebani orangtua.

Terbiasa memulihkan luka sendiri akhirnya membuat ia terbiasa dengan rasa sakit dan belajar untuk bangkit tanpa banyak bicara kepada orang-orang sekitarnya.

2. Terbiasa untuk tidak egois

ilustasi anak-anak (unsplash.com/Charlein Gracia)

Menjadi anak pertama, membuatnya sulit untuk egois. Ia harus memikirkan bagaimana kondisi orangtua dan adik-adiknya. Hal ini melatihnya menjadi pribadi yang mandiri.

Alih-alih meminta pada orangtua yang harus memenuhi kebutuhan dia dan adik-adiknya, ia memilih untuk berusaha sendiri. Kondisi mental itulah yang membuatnya kuat dan tak suka berpangku tangan.

3. Sudah terbiasa mengemban tanggung jawab

ilusrasi anak (unsplash.com/@ashtonbingham)

Tak jarang anak tertua berperan layaknya orangtua kedua bagi adik-adiknya. Ia harus bertanggung jawab terhadap mereka saat orangtuanya sedang tidak ada.

Dan sering kali, ketika adiknya terluka atau melakukan kesalahan, anak tertua yang disalahkan karena harusnya ia bertanggung jawab untuk menjaga mereka. Mau tak mau, mereka sejak dini terlatih untuk jadi pribadi yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan.

4. Terbiasa bersikap dewasa

pexels.com/@fauxels

Anak pertama biasanya diperlakukan lebih dewasa oleh orangtua dibanding adik-adiknya. Dari kecil mereka diajari untuk bisa lebih mandiri sementara orangtuanya sedang mengurus adik, atau nilai-nilai baik lain agar ia kelak bisa jadi contoh teladan bagi adik-adiknya.

Memang lebih membebani, tapi ia menjadi terasah untuk lebih bisa bersikap dewasa dikemudian hari. Itulah kenapa adik-adiknya kerap menjadikannya panutan.

5. Terlatih bekerja keras

unsplash.com/@dchuck

Dibanding anak kedua atau ketiga, menjadi anak pertama biasanya lebih sulit untuk mendapatkan perhatian orangtua. Hal ini bisa membuat ia jadi terdorong untuk berprestasi sebagai upaya menarik perhatian orangtuanya.

Sisi positifnya, kerja keras bukanlah hal asing baginya. Dari kecil ia sudah terbiasa untuk melakukannya. Dan ini menjadi karakter yang berguna di masa depannya.

Ada kalanya seseorang menjadi tegar bukan karena ia terlahir seperti itu, tapi keadaanlah yang memaksanya demikian. Dan bagi anak sulung, menjadi kuat sudah menjadi jalan ninjanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team