Melarang anak pacaran di usia remaja bisa jadi sumber konflik antara orangtua dan anak. Orangtua hanya ingin melindungi anak dari risiko emosional, akademik, maupun sosial. Tapi di sisi lain remaja sedang berada di fase ingin diakui, dipercaya, dan merasa dimengerti. Kalau larangan disampaikan dengan cara keras dan tanpa dialog sebelumnya, remaja justru memberontak atau memilih menyembunyikan hubungan.
Padahal, tujuan utama orangtua bukan hanya melarang, tapi menjaga anak tetap aman dan fokus pada masa depan. Sikap bijak sangat dibutuhkan supaya larangan ini gak merusak hubungan orangtua dan anak. Pendekatan yang tepat membuat remaja lebih terbuka dan mau mendengarkan alasan orangtua. Dengan komunikasi yang sehat, larangan pacaran bisa dipahami sebagai bentuk perhatian. Nah, biar larangan ini gak berujung drama, ada beberapa cara yang bisa dicoba.
