Banyak orangtua fokus pada cara mengajari, menasihati, atau melindungi anak. Semua itu penting, tetapi ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu kemampuan untuk benar-benar mendengarkan. Padahal, anak juga butuh merasa suaranya dianggap penting.
Saat anak merasa didengar, mereka cenderung lebih terbuka tentang perasaan, pengalaman, dan masalah yang sedang dihadapi. Hubungan dengan orangtua pun jadi lebih dekat karena dibangun lewat rasa aman dan saling percaya. Mendengarkan bukan sekadar diam, tapi hadir sepenuhnya saat anak berbicara. Kalau kamu ingin membangun komunikasi yang lebih hangat dengan anak, coba beberapa cara berikut. Yuk, simak!
