potret anak membantu orang lain (freepik.com/freepik)
Memberi anak kesempatan untuk berinteraksi, menolong, berbagi, atau berempati terhadap orang lain membantu anak belajar memahami perasaan dari sudut pandang yang berbeda. Dengan cara ini, anak mulai menyadari bahwa setiap orang bisa merasakan senang, sedih, atau kecewa dengan cara yang tidak selalu sama seperti dirinya. Melalui pengalaman ini, anak belajar menghargai perasaan orang lain dan lebih berhati-hati dalam bersikap. Dia juga akan mengerti bahwa empati adalah bagian penting dari hubungan yang hangat dan saling menghargai.
Ketika anak menenangkan teman yang sedih atau membantu orangtua di rumah, anak sebenarnya sedang melatih dirinya untuk tetap tenang dan peduli pada saat yang bersamaan. Aktivitas sederhana seperti ini membantu anak mengelola emosinya agar tidak mudah marah atau frustrasi. Selain itu, anak belajar bahwa kebaikan kecil dapat membawa dampak besar bagi orang lain. Dari situ tumbuh empati, rasa tanggung jawab, dan keterampilan sosialnya yang kuat, karena semua hal itu yang mendukung kemampuan anak dalam mengatur emosi di kehidupan sehari-harinya.
Membentuk regulasi emosi anak bukan tentang menjadikan dia selalu tenang atau tidak pernah marah, melainkan membantunya memahami makna dari setiap emosi yang muncul dan mengelolanya dengan cara yang tepat. Melalui beberapa cara di atas, orangtua berperan besar dalam menanamkan kecerdasan emosional yang akan menjadi bekal anak menghadapi kehidupan di masa depan.
Proses ini memang membutuhkan waktu dan kesabaran, namun hasilnya akan terlihat ketika anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu menenangkan diri, berpikir jernih, serta berempati pada orang lain. Semoga artikel ini bermanfaat!