Ada anak yang tumbuh sopan, tapi diam-diam sulit menghargai ruang pribadi orang lain. Ada pula yang tampak mandiri, padahal belum mengerti kapan perlu berhenti dan menahan diri. Sering kali masalahnya bukan berawal dari anaknya, melainkan dari kebiasaan yang ia lihat tiap hari di rumah.
Batasan itu dipelajari lewat pengalaman, bukan lewat ceramah sekali dua kali. Dari kebiasaan mengetuk pintu, cara menanggapi penolakan, sampai gaya mendengarkan anak, semuanya jadi pelajaran bagi anak. Di artikel ini, kamu akan menemukan lima kebiasaan yang kelihatannya biasa, tapi pelan-pelan membuat anak sulit menghargai batasan.
