Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi orangtua
ilustrasi orangtua (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Mendidik anak jelas bukan perkara mudah. Tidak bisa karena rasa sayang, lantas orangtua bisa memberikan apa saja yang anak mau. Seringkali orangtua justru harus lebih banyak mengingatkan, melarang, bahkan menegur anak. Tentu saja tujuannya adalah mendidik anak agar bisa menjadi seseorang yang memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab.

Hal ini tentu harus dilakukan bertahap sesuai dengan perkembangan usia mereka, sehingga mereka tidak merasakan bahwa tanggung jawab merupakan hal yang berat atau menakutkan. Nah, beberapa hal berikut mungkin bisa menjadi tahapan dan pertimbangan untuk mengajarkan rasa tanggung jawab pada anak sejak usia dini, antara lain:

1. Jelaskan terlebih dahulu tentang arti tanggung jawab kepada anak

ilustrasi anak cowok (pexels.com/RDNE Stock project)

Untuk menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak, orangtua harus menjelaskan apa arti dari tanggung jawab itu sendiri. Biarkan mereka memahami secara teori apa yang harus mereka lakukan agar bisa menjadi orang yang bertanggung jawab.

Sebaiknya, gunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh anak. Berikan penjelasan secara singkat dan sertakan contoh yang dekat dengan kehidupan keseharian mereka. Hal ini akan membantu anak untuk lebih mudah memahami inti dari makna sikap tanggung jawab itu sendiri.

2. Mulai lakukan praktik dengan hal-hal sederhana yang ada di sekitar mereka

ilustrasi anak bermain (pexels.com/cottonbro studio)

Ketika mereka sudah mengetahui apa itu arti dari tanggung jawab, berikan praktik tanggung jawab secara nyata lewat hal-hal yang ada di sekitar mereka. Mulai dari keseharian mereka, misalnya, merapikan kembali mainan yang selesai mereka gunakan. Bisa juga dengan memberikan tugas kepada anak untuk menyiram tanaman atau menyapu halaman setiap sore hari. 

Tugas orangtua adalah menanyakan kembali apakah tugas yang diberikan sudah dikerjakan oleh mereka. Ketika mereka lalai dengan tugasnya, jelaskan akibat yang bisa terjadi. Contohnya, ketika mereka lalai tidak menyiram tanaman, tanaman akan menjadi layu dan akhirnya bisa mati.

3. Berikan konsekuensi ketika mereka lalai atau melakukan kesalahan

ilustrasi orangtua dan anak (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Terkadang anak merasa takut untuk mengakui kesalahan, yang kemudian menjadi dasar kenapa seorang anak menjadi tidak bertanggung jawab. Sebagai orangtua, usahakan untuk merunut setiap masalah yang muncul dan biarkan anak menyadari akibat dari kesalahan yang mereka perbuat. 

Tentunya bukan berarti orang tua lantas melepas anak begitu saja. Orangtua tetap harus mengawasi dan membantu mereka. Misalnya saja ketika anak merusakkan barang atau mainan milik temannya, biarkan mereka menyelesaikan masalah tersebut sendiri. Dimulai dengan mengakui kesalahan, meminta maaf, dan menawarkan opsi ganti rugi untuk menebus kesalahannya. 

4. Kurang-kurangi kebiasaan memanjakan anak secara berlebihan

ilustrasi orangtua dan anak di rumah (pexels.com/PNW Production)

Terkadang di awal-awal mengajarkan rasa tanggung jawab kepada anak, orangtua akan merasa bahwa anak-anak masih kecil sehingga wajar kalau mereka belum bisa bertanggung jawab. Sayangnya, pemikiran tersebut bukanlah hal yang baik. Setiap kesalahan atau kelalaian, orangtua wajib mengingatkan anak. Bisa dimulai dengan cara yang paling halus, yaitu memberikan pengertian terlebih dahulu tanpa harus membebani dengan hukuman atau semacamnya. 

5. Tetap memberikan dukungan kepada anak secara penuh

ilustrasi dukungan orangtua (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Meskipun anak selalu membuat kesalahan, orangtua tetap harus selalu ada untuk mendampingi mereka. Berikan dukungan, sekalipun mereka membuat kesalahan yang berulang. Orangtua hadir bukan berarti membela, tapi dampingi mereka untuk menyadari kesalahan dan memperbaiki kesalahan yang sudah mereka buat. Pendampingan orangtua inilah yang akan membuat anak-anak lebih mudah belajar dan memiliki sikap bertanggung jawab.

Orangtua memiliki peran sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Untuk mendidik anak agar bisa memiliki sikap tanggung jawab, pastinya juga harus ditunjukkan lewat contoh yang diberikan orangtua. Bagaimana ayah dan ibu bekerja sama menyelesaikan tugas dan menjalani peran masing-masing akan membantu anak memahami sikap bertanggung jawab dengan lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team