Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anak yang thoughtful.
ilustrasi anak yang thoughtful (pexels.com/RDNE Stock project)

Intinya sih...

  • Anak yang peka terhadap perasaan orang lain.

  • Selalu memikirkan dampak tindakannya sebelum bertindak.

  • Lebih suka mengalah demi menjaga suasana.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap anak memiliki keunikan dalam cara berpikir dan bersikap. Ada anak yang aktif dan ekspresif, ada pula yang cenderung tenang dan penuh pertimbangan. Salah satu karakter yang sering muncul sejak dini adalah sikap thoughtful, yakni kecenderungan untuk peka, peduli, dan mempertimbangkan perasaan orang lain sebelum bertindak. Anak dengan sifat ini sering terlihat lebih dewasa dibandingkan teman sebayanya.

Sayangnya, anak yang thoughtful kerap disalahpahami sebagai terlalu sensitif atau mudah mengalah. Padahal, sikap ini justru merupakan modal emosional yang sangat berharga. Jika didukung dengan cara yang tepat, anak yang thoughtful bisa tumbuh menjadi pribadi yang empatik, bijaksana, dan percaya diri. Berikut beberapa tanda anak yang menunjukkan sikap thoughtful sejak kecil!

1. Mudah peka terhadap perasaan orang lain

ilustrasi anak yang thoughtful bermain dengan teman (pexels.com/cottonbro studio)

Anak yang thoughtful biasanya cepat menyadari perubahan emosi di sekitarnya. Ia bisa merasa tidak enak ketika melihat temannya sedih, orangtuanya lelah, atau seseorang diperlakukan tidak adil. Kepekaan ini membuat anak sering bertanya, memperhatikan, atau bahkan mencoba menghibur tanpa diminta.

Namun, kepekaan emosional ini juga bisa membuat anak mudah merasa terbebani. Orangtua perlu membantu anak memahami bahwa peduli itu baik, tetapi ia tidak bertanggung jawab atas perasaan semua orang. Dengan begitu, empatinya tetap terjaga tanpa membuatnya kelelahan secara emosional.

2. Selalu memikirkan dampak tindakannya

ilustrasi seorang anak perempuan berpikir (pexels.com/Julia M Cameron)

Anak yang thoughtful jarang bertindak secara impulsif. Sebelum melakukan sesuatu, ia cenderung berpikir terlebih dahulu, "Kalau aku melakukan ini, orang lain akan merasa bagaimana?" Sikap ini membuatnya berhati-hati dalam berbicara maupun bertindak, bahkan sejak usia dini.

Di satu sisi, hal ini menunjukkan kedewasaan emosional. Namun, anak juga bisa menjadi terlalu ragu dan takut salah. Orangtua perlu menegaskan bahwa membuat kesalahan adalah hal yang wajar. Anak perlu diyakinkan bahwa berpikir matang itu baik, tetapi tidak harus selalu sempurna.

3. Lebih suka mengalah demi menjaga suasana

ilustrasi anak sedang bermain (freepik.com/freepik)

Anak yang thoughtful sering memilih mengalah agar tidak terjadi konflik. Ia rela mengikuti keinginan teman atau saudaranya demi menjaga suasana tetap nyaman. Sikap ini membuatnya terlihat mudah diatur dan jarang terlibat pertengkaran.

Meski terkesan positif, kebiasaan mengalah terus-menerus bisa membuat anak mengabaikan kebutuhannya sendiri. Orangtua perlu mengajarkan bahwa menjaga perasaan orang lain penting, tetapi menyampaikan keinginan diri sendiri juga sama pentingnya. Anak yang thoughtful perlu belajar bahwa batasan bukanlah sikap egois.

4. Merasa bersalah berlebihan saat melakukan kesalahan

ilustrasi seorang anak merasa bersalah (freepik.com/freepik)

Saat melakukan kesalahan kecil, anak yang memiliki sifat thoughtful bisa merasa sangat bersalah. Ia memikirkan ulang kejadian tersebut berulang kali dan khawatir telah mengecewakan orang lain. Bahkan, ia bisa menyalahkan dirinya sendiri lebih lama dibandingkan anak lain.

Orangtua sebaiknya merespons dengan empati, bukan tekanan. Jelaskan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar, bukan ukuran nilai diri anak. Dengan dukungan yang tepat, anak akan belajar memaafkan dirinya sendiri dan tumbuh dengan rasa percaya diri yang sehat.

5. Memberi perhatian lewat hal-hal kecil

ilustrasi anak memberi perhatian pada teman (freepik.com/freepik)

Anak yang thoughtful sering menunjukkan perhatian lewat tindakan sederhana, seperti berbagi makanan, mengingat hal kecil tentang orang lain, atau membantu tanpa diminta. Ia tidak selalu mengekspresikan perhatian dengan kata-kata, tetapi lewat tindakan yang tulus.

Sikap ini menunjukkan empati yang alami dan keinginan untuk membuat orang lain merasa diperhatikan. Orangtua perlu mengapresiasi perilaku ini agar anak merasa dihargai. Namun, tetap penting mengingatkan bahwa ia tidak harus selalu menjadi penjaga perasaan bagi semua orang.

Nah, itulah 5 tanda anak yang thoughtful sejak kecil dan perlu mendapatkan dukungan dari orangtua. Sikap thoughtful adalah kekuatan emosional yang berharga jika diarahkan dengan tepat. Pendampingan yang penuh empati dan batasan yang sehat akan membuat anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang peduli tanpa kehilangan dirinya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team